Ati Kurniasih: Kembangkan Bisnis Puding Waluh

Ati Kurniasih Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Ati Kurniasih
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

HOBI memasak menjadi modal utama bagi Ati Kurniasih untuk memulai usaha kue sejak pertengahan tahun yang lalu. Kini, dia harus pandai membagi waktu antara mengajar dan mengembangkan bisnis puding waluh hasil kreasinya.

Asih, begitu dia disapa, memang sudah memiliki rencana untuk membuat usaha kue sejak lama. Karena terkendala dengan waktu, guru RA Islamic Tunas Bangsa 4 Beringin, Ngaliyan tersebut menciutkan niatnya. “Sampai saat ini kendala saya hanya masalah waktu,” katanya.

Setiap ada waktu luang, wanita kelahiran Cilacap itu membuat kue. Sesekali kue buatannya dibagikan tetangganya. Sampai akhirnya dia mulai mendapat oder untuk membuat snack setiap kali ada acara RT.

Perlahan, Asih pun mulai percaya diri untuk membuat usaha kue. Tidak peduli waktu yang dipunya terbatas, ibu dengan satu anak itu bertekad merintis usaha sendiri. Awalnya resep dari baca buku dan browsing, namun seiring berjalannya waktu ia berhasil menciptakan resep sendiri.

Resep ciptaannya adalah puding waluh dan kue pisang kriting. Saat ini, kedua kue itu memang paling laris di antara kue-kue lain yang dijual Asih. “Untuk puding waluh satu loyang ukuran 16×16 saya jual Rp 30 ribu dan pisang kriting sebungkus berkisar Rp 8 ribu,” imbuhnya.

Usahanya memang masih baru berkembang dan penjualan masih tingkat lokal. Namun, di tengah kesibukannya sebagai guru dan ibu rumah tangga, Asih berhasil membuka toko kue di Jalan Bukit Beringin Barat 1 Wonosari. “Saya optimistis usaha ini akan menuai hasil. Saat ini memang masih kecil, tapi suatu saat Insya Allah juga akan berkembang,” tandasnya. (ans)

 

You might also like

Comments are closed.