Awal April, Aktivitas Nelayan Tambaklorok Mulai Bergairah

METROSEMARANG.COM – Memasuki awal April 2017, aktivitas pelayaran di perairan Tanjung Emas Semarang berangsur membaik. Sejumlah nelayan pun mulai memompa semangat untuk menjala ikan di lautan lepas.

Nelayan asal Kendal harus mencari Ikan sampai Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Suyatno, seorang nelayan asal Kampung Bandengan RT 03/II Kendal bahkan rela berlayar sampai ke Tanjung Emas agar mendapatkan hasil tangkapan ikan yang berlimpah.

Ia mengaku sudah berangkat sejak pukul 20.00 WIB malam kemarin dan baru kembali pagi tadi. “Ini saya dapat 2-3 kilogram ikan sriding, teri, hingga tongkol. Hasilnya lumayan karena kalau dijual bisa dapat Rp 3 juta, bisa dibagi bersama tiga teman saya,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Kamis (6/4).

Ia bilang bagi hasil juga dilakukan dengan para pemilik perahu sebagai kompensasi dirinya menyewa perahu saban hari. “Hasilnya dibagi sama pemilik perahu, lalu sisanya buat nyaur utang,” akunya.

Ia mengaku bersyukur hari ini tinggi ombak perairan utara Jawa Tengah relatif stabil. Ia bahkan bisa menjala ikan dengan leluasa tanpa takut terkena hempasan angin kencang. Selain ikan, ia juga mampu mendapatkan 1 kilogram kepiting dan udang.

Hal senada juga diungkapkan Rukyian Muhammad, nelayan lainnya. Ia mengatakan masih sempat curi-curi kesempatan menggunakan cantrang untuk mencari ikan di laut.

Baginya pemakaian cantrang tak jadi masalah lantaran dalam Permen Nomor 5 Tahun 2015, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masih memberi kelonggaran pemakaian cantrang sampai Juni nanti.

“Saya enggak mau ambil pusing. Daripada kita sulit dapat ikan, mendingan pakai cantrang sekalian,” katanya sembari menenteng tumpukan ikan besar hasil tangkapannya.

Saat ini, jumlah nelayan Kendal yang pindah haluan ke Tanjung Emas meningkat pesat. Jika semula hanya ada dua atau tiga perahu asal Kendal. Kini jumlahnya bertambah jadi 11 perahu. Rukyian menyatakan dirinya biasanya balik ke rumah saban Jumat atau tepat saat jeda waktu istirahat. (far)

You might also like

Comments are closed.