Awal Januari 2018, Normalisasi BKT Mulai Digarap

METROSEMARANG.COM – Proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang mulai digarap oleh pemerintah pusat. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, Ruhban Ruzziyatno menyatakan proyek tersebut menelan dana mencapai Rp 485 miliar.

Groundbreaking normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Jumat (5/1). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Waktunya limit sekali. Maka kita sekarang mulai mengebut normalisasi BKT sepanjang 6,7 kilometer. Mulai dari Jembatan Majapahit sampai ujung kawasan Citarum,” ungkap Ruhban, saat meresmikan proyek normalisasi BKT, di Kampung Sawah Besar, Jumat (5/1).

Proyek BKT, menurutnya akan dimulai dari pembuatan parapet serta pengerukan dari hulu sungai. Selanjutnya, ujar Ruhban normalisasi juga mencakup anak sungai di Kampung Sawah Besar. Untuk mendukung proyek ini, pihaknya akan menertibkan 40 ribu pedagang kaki lima serta 20 KK hunian liar.

Ia optimistis mampu menuntaskan proyek itu tepat waktu. Sebab, ia telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Kota Semarang untuk menertibkan pedagang kaki lima dan warga bantaran sungai. “Kita akan gerak cepat untuk menggarap proyek ini. Sebab, batas akhir kontraknya sampai 20 Desember 2019,” paparnya.

Lebih lanjut, warga yang terdampak normalisasi BKT segera dipindahkan ke Rusunawa Kaligawe. Sedangkan PKL yang terkema gusuran akan direlokasi ke Pasar Klithikan Penggaron.

Lebih jauh lagi, ia menyebut bahwa proyek normalisasi BKT akan memiliki daya dukung yang bagus lantaran ke depan juga dilengkapi fasilitas umum bagi warga setempat. Bahkan, ia mengklaim proyek ini bakal lebih bagus dari apa yang sudah dikerjakan di Banjir Kanal Barat (BKB).

“Mengingat jumlah fasilitas umum di Semarang sangat kurang, maka nanti akan dibuatkan di dekat BKT,” bebernya.

“Ini sangat menjanjikan buat kami karena tanahnya sangat luas maka tanggulnya akan diperlebar lagi utuk difungsikan sebagai jalan inspeksi pemeliharaan. Proyek BKT juga dikerjakan bersama tiga kontraktor,” terangnya.

Sedangkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap normalisasi BKT mampu mengatasi banjir yang kerap terjadi di Semarang. Ia juga mendorong perangkat kelurahan untuk bersinergi dengan kelompok-kelompok aktivis lingkungan untuk menggalakan perilaku hidup bersih di kawasan tersebut.

“Harapan kita tentunya BKT bisa mengendalikan banjir seperti BKB. Sehingga banjirnya dapat dikanalisasi dimanage dan tidak mengganggu masyarakat sekitar sungai,” tegasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.