Awal Musim Hujan, Nelayan Bugis di Semarang Kembali Berlayar

nelayan bugis

METROSEMARANG.COM – Memasuki musim penghujan, aktivitas para nelayan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Minggu (15/11) siang kembali menggeliat. Kapal-kapal milik nelayan Bugis yang tiap hari bersandar di dermaga pelabuhan juga mulai diperbaiki.

Nasrin Muhammad, seorang nelayan Bugis saat ditemui metrosemarang.com di dermaga barat Pelanbuhan Tanjung Emas mengatakan bila dirinya sedang mempersiapkan perbekalan untuk berlayar ke Laut Jawa pada bulan ini.

“Sekarang saya lagi memperkuat tambalan pada lambung kapal yang sempat bocor tiga bulan lalu. Setelah ini, saya akan berlayar lagi,” kata lelaki berkulit legam ini.

Nasrin mengaku baru bisa berlayar kembali pada bulan ini karena cuaca cukup mendukung. Musim penghujan, kata dia, diharapkan bisa membantunya mendapatkan banyak ikan segar di laut lepas. “Mudah-mudahan saja banyak ikan di bulan ini,” terangnya.

Nasrin mengungkapkan kapal kayu yang ia miliki punya kapasitas puluhan ton sehingga cukup muat untuk menampung ikan-ikan besar misalnya tuna, pari, tongkol dan lain sebagainya.

Nasrin adalah salah satu pelaut Bugis yang melempar jangkar di Pelabuhan Tanjung Emas sejak tiga bulan lalu. Itu dilakukannya karena musim kemarau berkepanjangan membuat aktivitas pelayaran menjadi tak bergairah.

Di dermaga barat Tanjung Emas, selama ini memang dijadikan tambatan kapal-kapal Bugis seperti milik Nasrin. Jumlahnya kini mencapai 20 unit. Umumnya, kapal Bugis terbuat dari kayu sengon, berwarna hitam kecokelatan serta punya banyak tiang layar di atas dek kapal.

“Kemarau membuat saya sempat berhenti total melaut. Karena cuacanya sangat panas,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.