Awas, Jangan Asal Pilih Biro Jodoh

Ilustrasi
Ilustrasi

BISNIS Biro Kontak Jodoh sampai sekarang masih diminati bagi sebagian orang yang kesulitan mencari calon pasangan sendiri. Terbukti, lebih dari 500 anggota terdaftar di Biro Kontak Jodoh milik Satrio, warga Randusari, Semarang. Dia memulai mendirikan Biro Jodoh ini sejak 1988 silam.

Awalnya dia mendirikan biro jodoh khusus untuk kalangan agama tertentu. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata banyak dari agama lain juga ikut mendaftar sebagai anggota.

Saat ini dia menaungi dua biro jodoh, yaitu Philia dan Mutiara Kasih. Untuk menjadi anggotanya, dikenakan biaya administrasi Rp 200 ribu.

“Yayasan kami sudah resmi dan memiliki akta notaris, jadi tidak diragukan lagi,” kata dia. Menurutnya, dengan menggunakan Biro Kontak Jodoh resmi seperti miliknya, pencari jodoh bisa lebih nyaman lantaran ternaungi payung hukum.

Berbeda lagi dengan kontak jodoh yang marak di dunia maya yang ternyata banyak modus penipuan di dalamnya. “Banyak anggota saya yang sudah tertipu ratusan ribu karena mentransfer ke rekening kontak jodoh yang tersebar di internet. Akhirnya bermuara ke sini,” ungkapnya.

Biro jodoh resmi biasanya menunjukkan detil identitas anggotanya. Satrio menunjukkan buku anggota yang berisi biodata lengkap beserta foto. Dengan demikian, anggota yang mencari jodoh tidak perlu khawatir “membeli kucing dalam karung”.

Anggotanya pun berasal dari berbagai background, mulai dokter, guru, polisi, wiraswasta dan masih banyak lagi. Usianya antara 19 sampai 75 tahun. (ade)

You might also like

Comments are closed.