Awas! Sembarangan Pakai Softlens Bisa Sebabkan Kebutaan

Perhatikan Pula Cara Perawatannya

Ukuran softlens harus disesuaikan dengan pemakai lebih spesifik, tidak seperti ukuran baju yang sudah jadi. Melainkan seperti bahan baju yang harus diukur berdasarkan ukuran calon pemakai

SOFTLENS atau lensa kontak memiliki beberapa keunggulan dibanding kaca mata. Selain lebih ringan, softlens juga tidak membebani seperti kaca mata yang cenderung berat. Softlens juga memiliki bayangan yang lebih bagus jika dibandingkan dengan kaca mata.

Namun tidak semua orang direkomendasikan untuk menggunakan softlens. Orang dengan minus rendah tidak direkomendasikan menggunakannya. Selain itu, anak-anak yang menggunakan softlens harus didampingi orang tuanya dan memberi arahan agar selalu merawat softlens.

“Penggunaan softlens untuk mengoreksi ketajaman penglihatan seharusnya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu dengan dokter mata. Kemudian akan dibuatkan sesuai ukuran agar nyaman digunakan,” ungkap dokter spesialis mata, Dr. dr. Trilaksana Nugroho, MKes., FISCM, SpM (K).

ilustrasi

Ukuran Spesifik dan Risiko Kebutaan

Ukuran softlens harus disesuaikan dengan pemakai lebih spesifik. Dia mengibaratkan, ukuran softlens tidak seperti ukuran baju yang sudah jadi (M, L, XL dan sebagainya). Ukuran softlens seperti bahan baju yang harus diukur berdasarkan ukuran calon pemakai.

Jika sembarangan menggunakan softlens, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kebutaan. Hal itu dikarenakan iritasi di bagian kornea mata yang bersentuhan langsung dengan softlens yang dipakai.

Trilaksana mencontohkan, di negara-negara maju di mana banyak menggunakan softlens, kebutaan sebagian besar disebabkan oleh infeksi kornea mata lantaran penggunaan softlens yang kurang tepat.

“Untuk penggunaan softlens yang dipakai untuk gaya-gayaan, bukan kapasitas kami untuk mengomentari lebih. Kami lebih fokus untuk softlens yang digunakan sebagai alat bantu mempertajam penglihatan. Namun yang perlu diperhatikan adalah pendampingan dan pertimbangan teliti dari dokter mata sebelum memutuskan menggunakan softlens,” pungkasnya.

 

Perawatan

Di sisi lain, keunggulan softlens harus diimbangi dengan perawatan softlens. Bagi yang telah memakai softlens, hendaknya memahami cara perawatan softlens dengan baik, agar tidak terjadi hal-hal buruk pada mata.

Seperti pernah diulas oleh Metrojateng.com, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pengguna lensa kontak;

Mencuci tangan sebelum menyentuh softlens
Saat akan memakai maupun melepas softlens, mencuci tangan sebersih mungkin adalah keharusan. Hal itu untuk menghindari kuman dan bakteri. Karena ketika dipakai softlens akan berhadapan langsung dengan bola mata yang sensitif dengan hal tersebut.

Membersihkan softlens sebelum dikenakan
Mencuci softlens dengan cairan khusus sebelum digunakan sangatlah penting. Sisa kotoran yang ada dalam softlens harus tersapu bersih. Berbagai sumber menyebutkan, pembersihan softlens akan lebih efektif dengan cara digosok secara perlahan di tangan.

Waktu pemakaian 
Delapan jam merupakan waktu yang dianjurkan untuk pemakaian softlens, karena jika lebih dari itu softlens berpotensi menjadi sarang kuman dan bakteri. Jangan coba-coba memakai softlens saat tidur, itu sangat bahaya.
Perhatikan juga tanggal kadalauarsanya. Ada jenis softlens yang kadaluarsanya 6-12 bulan. Namun untuk aman, pilihlah softlens sekali buang agar terhindar dari bahaya iritasi dan infeksi mata.

Hindari tempat berdebu
Saat kita mengenakan softlens, mata akan dua kali lebih sensitif jika terkena debu. Karena debu-debu tersebut dapat menempel pada softlens yang akan menyebabkan infeksi dan iritasi. Oleh karena itu, menghindari tempat yang berdebu sangat disarankan. Gunakanlah kacamata normal untuk melindungi softlens jika diperlukan.

Perhatikan penyimpanan softlens
Setelah memakaiannya jangan lupa untuk mengganti rendaman air softlens. Pastikan air bersih serta terindar dari kuman dan debu. (*)

Penulis: Ade Lukmono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.