Babinsa Banyumanik Hasilkan Pupuk Organik dari Buah Mojo

Sutomo memperlihatkan buah mojo yang bisa digunakan sebagai bahan pupuk organik. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Sutomo memperlihatkan buah mojo yang bisa digunakan sebagai bahan pupuk organik. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Penggunaan pupuk organik diyakini bisa meningkatkan hasil pertanian karena biayanya lebih murah dan aman bagi lingkungan. Salah satunya dengan memanfaatkan buah mojo dan urin kelinci.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Banyumanik, Sutomo mendemonstrasikan pembuatan pupuk organik yang telah dia coba sendiri di lahan tanamnya. Disaksikan Muspida, SKPD di Pemkot Semarang dan masyarakat, Sutomo dengan percaya diri memperkenalkan pupuk cair miliknya, Jumat (23/1).

“Kami menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) yang berasal dari nasi basi atau urin kelinci yang difermentasi,” paparnya.

Dia menambahakan, setelah terjadi fermentasi antara urine dan sumber makanan bakteri (karbohidrat atau gula), tidak akan muncul bau pesing dari urin. Itu tandanya amoniak yang terdapat pada urin sudah berubah menjadi pupuk.

Selain itu, dia menunjukkan buah Mojo yang bisa juga berfungsi sebagai pupuk organik. Serabut kelapa juga bisa digunakan sebagai pupuk hanya dengan cara direndam air.

“Semua bahan-bahan tadi bisa didapatkan secara gratis lantaran berada di sekitar kita. Yang penting saat pengaplikasian di lahan tanam harus menghindari sinar matahari karena mikro organisme yang ada di pupuk rentan terhadap sinar matahari,” ungkapnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.