Badan POM Semarang Temukan Makanan Takjil Berpewarna Cat

bpom
Petugas Badan POM Semarang memeriksa sejumlah makanan hasil razia di Jalan Pahlawan, Selasa (23/6) sore. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang menemukan bungkusan kerupuk yang mengandung bahan pewarna berbahaya saat menggelar razia makanan dan minuman di Jalan Pahlawan, Selasa (23/6) pukul 16.00 WIB.

Menurut petugas Layanan Informasi Konsumen BPOM Semarang, Mahada, temuan makanan berbahaya itu diketahui petugasnya setelah melakukan uji laboratorium di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Selain kerupuk berbahan pewarna cat, ada 15 makanan yang ikut diperiksa.

“Tapi 14 makanan lainnya hasilnya negatif. Hanya kerupuk yang dijual pedagang takjil bernama Bari itu yang mengandung zat berbahaya jenis Rodamin B. Bahan ini biasanya dipakai untuk membuat cat tembok,” kata dia, kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, petugasnya akan membina pedagang yang bersangkutan. Upaya yang dilakukan yakni meminta pedagang takjil agar mengganti zat pewarna yang ada di dalam kerupuk dengan bahan yang aman bagi tubuh.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan memperketat pengawasan penjualan jajanan takjil hingga Lebaran tiba. Hal ini untuk melindungi warga Semarang dari peredaran makanan dan minuman berbahaya.

“Selain di Pahlawan, kami juga merazia makanan berbahaya di Banyumanik. Kami minta warga agar berhati-hati membeli takjil di pinggir jalan. Apalagi, dari temuan tadi diketahui zat pewarna yang terdapat di dalam kerupuk itu bisa membuat konsumen menderita gagal ginjal dan kanker,” bebernya.

Di tempat terpisah, Kepala BPOM Agus Prabowo mengklaim setiap tahun jumlah temuan makanan berbahaya cenderung menurun. (far)

You might also like

Comments are closed.