Bahaya Rokok Mengancam Pelajar di Semarang

merokok

SEMARANG – Bahaya rokok menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan di Indonesia. Berdasarkan survei, persentase perokok remaja di seluruh dunia cukup tinggi.

Meningkatnya jumlah perokok usia 10-19 tan tersebut mengancam kesehatan para siswa.

Hal itu mengemuka dalam seminar kesehatan “Remaja dan Permasalahannya: Rokok dan Kesehatan Reproduksi” yang diselenggarakan oleh Akademi Farmasi Theresiana Semarang, Minggu (14/12). Ketua panitia seminar, Lice Sabata mengatakan, kegiatan ini merupakan realisasi kepedulian terhadap meningkatnya jumlah perokok aktif di kalangan siswa.

Sebagai salah satu pembicara dalam seminar itu, DR. dr. Bagus Widjionarko memaparkan, menurut data dari GATS 2011 (Global Adult Tobacco Survey) sebanyak 67% merupakan perokok pria, 2,7% perokok wanita, 30,4% merupakan perokok anak-anak usia 13-15 tahun sedangkan 20,3% merupakan perokok pasif.

Panitia seminar Fransiska Ayuningtyas M.Sc,Apt menambahkan sebagai tenaga pendidik diharuskan mampu membimbing siswa-siswa ini kepada pergaulan yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

“Kami berharap setelah adanya seminar ini para peserta mengetahui efek merokok yang sangat bahaya bagi kesehatan. Untuk itu, dengan usianya yang sangat rentan terhadap penyakit dan gejolak sosial harus diarahkan sedini mungkin” imbuh Fransiska.

Seminar yang diikuti oleh siswa SMA dan SMK serta guru BK se-Kota Semarang ini juga memperkenalkan kepada peserta bahwa Yayasan Bernardus memiliki akademi farmasi dan analis kesehatan yang berkualitas. (joe)

You might also like

Comments are closed.