Balaskan Dendam, Rifai Habisi Meta dengan Empat Tusukan

METOSEMARANG.COM – Tersangka pembunuhan Meta Novita Handayani (38), Rifai alias Rembulan (23) mengaku tega membunuh untuk membalaskan dendam kekasihnya, YA (16). Warga Mangkang Wetan itu menghabisi korban pada Kamis (1/3) dengan empat tusukan.

Dua tersangka pembunuhan Meta dihadirkan beserta barang bukti dalam gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3). Foto: metrosemarang.com/efendi

“Ya awalnya memang diajak sama YA. Dia sakit hati karena sering mendapatkan omongan-omongan yang menyakiti hatinya,” ujar Rifai saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (5/3).

Kepada Rifai, saat itu YA mengaku sempat disumpahin tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi setelah dipecat oleh Meta akhir 2017 lalu. “Kami merencanakan ini sehari sebelum kejadian. Awalnya hanya ingin melukai tapi kebablasen, saya juga awalnya takut,” imbuh Rifai.

Untuk memuluskan rencananya tersebut, pemuda bertato itu meminjam sepeda motor milik kerabatnya. Dia kemudian menghampiri YL dan segera menuju rumah korban di Jalan Bukit Delima B9 Nomor 17 Perumahan Permata Puri Ngaliyan.

Mereka sempat mengitari lokasi sebanyak dua kali, hingga akhirnya memutuskan untuk berpura-pura membeli minum. Di rumah tersebut korban memang berjualan es.

Saat itu korban sedang berada di rumahnya bersama anak bungsunya, Ronako. Tanpa curiga, Meta masuk ke dalam rumah untuk mengambil es batu.

Saat itulah Rifai menguntit dari belakang dan langsung menusukkan pisau yang sudah dia siapkan di bagian perut serta membekap mulut ibu tiga anak tersebut.

Dari pengakuannya, Rifai menusuk korbannya sebanyak empat kali. Setelah yakin Meta sudah tak bernyawa, ia langsung menyeret korban menuju kamar.

“Bu Meta sempat teriak minta tolong tapi saya bungkam. Anaknya saat itu juga nangis, terus saya bungkam. Sempat saya cekik untuk menakut-nakuti, tapi saya sama sekali tidak ada niatan membunuh anaknya,” beber Rifai.

Saat itu, YA langsung lari meninggalkan Rifai yang masih berusaha menenangkan anak korban. Dia juga berhasil meyakinkan beberapa tetangga yang sempat datang ke lokasi bahwa dirinya masih kerabat korban.

“Saya langsung kabur dan ketemu dengan YA di pertigaan deket rumah korban. Saya sama YA kemudian pergi ke daerah Tugu,” pungkas Rifai.

Sementara Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan kedua tersangka ditangkap di daerah Banyumanik berdasarkan laporan warga.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada masyarakat Semarang khususnya atas bantuannya sehingga kasus ini cepat diungkap. Mereka ditangkap setelah kabur ke Banyumanik yang tak lain adalah rumah saudara tersangka laki-laki,” kata Abi.

Meta ditemukan tewas pada Kamis (1/3) pagi. Saat itu sejumlah saksi sempat melihat pelaku kabur menggunakan sepeda motor Supra Fit. Motor tersebut ditemukan di area tambak Mangkang Wetan sehari setelah kejadian. Sedangkan kedua pelaku ditangkap pada Sabtu (3/3) pagi.

Kini kedua tersangka harus mendekam di Mapolrestabes Semarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana sub Pasal 338 KUHP. (fen)

You might also like

Comments are closed.