Turunkan Puluhan APK Ilegal, KPU Segera Pasang Baliho Paslon di Simpang Lima

Personel Satpol PP bersiap untuk melakukan penertiban APK, Jumat (4/9) malam. Operasi serupa juga digelar pada Senin hingga Selasa (22/9) dinihari. Foto: metrosemarang.com/dok
Personel Satpol PP bersiap untuk melakukan penertiban APK, Jumat (4/9) malam. Operasi serupa juga digelar pada Senin hingga Selasa (22/9) dinihari. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang masih menemukan sejumlah alat peraga kampanye (APK) ilegal yang terpasang di sejumlah titik. Lembaga penyelenggara pemilu itu juga sudah menyiapkan untuk memasang tiga baliho besar di kawasan Simpang Lima.

KPU meminta agar para pasangan calon tidak lagi memasang APK.  Hal itu dikarenakan pemasangan APK adalah kewenangan KPU Kota Semarang sebagai pelaksana Pilwakot 2015.

“KPU sudah memasang baliho tiga paslon di titik-titik strategis di Kota Semarang. Pemasangan APK merupakan perbuatan ilegal dan melanggar PKPU 7 2015,” ujar Divisi Hukum Pencalonan Kampanye dan Pengawasan KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Rabu, (23/9).

Untuk masalah sosialisasi, paslon diminta untuk tidak khawatir lantaran dalam waktu dekat KPU akan menambah tiga baliho besar di pusat Kota Semarang. Baliho tersebut akan ditempatkan di Simpang Lima. “Saat ini masih dalam proses perjanjian kerjasama dengan pemilik baliho,” kata Agus.

Pada Jumat (11/9) lalu, KPU sudah melakukan pemasangan peraga kampanye di 13 titik untuk ketiga paslon. Pemasangan tahap pertama itu dilakukan berdasarkan zona, sesuai kesepakatan dengan masing-masing calon. Sedangkan baliho yang akan dipasang di kawasan Simpang Lima berukuran 8×16 meter horisontal bergambar ketiga paslon berjejer.

Sebelumnya, tim gabungan dari KPU, Panwas, Kesbangpol dan Satpol PP kota Semarang menemukan APK ilegal lagi di Kota Semarang. Dalam operasi penertiban yang berlangsung pada Selasa (22/9) dinihari tersebut, sebanyak 12 baliho besar.

Ditambahkan Agus, selain 12 baliho besar, tim gabungan juga menemukan 55 baliho berukuran kecil. “Baliho besar paling banyak masih terpasang di wilayah Semarang Timur dan Selatan,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin mengatakan, banyaknya APK ilegal ini merupakan pelanggaran. Namun, pihaknya tidak berwenang melakukan eksekusi dan akan menginventarisir serta melaporkannya kepada KPU. “Target akhir September 2015 sudah tidak terdapat APK ilegal yang terpasang,“ ujarnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.