Balita di Ngaliyan Lolos dari Maut Meski Terseret Banjir hingga 20 Meter

METROSEMARANG.COM – Banjir bandang yang menerjang Kampung Kemantren, Wonosari, Ngaliyan, Minggu (22/5) malam, masih menyisakan trauma bagi Hidayatullatifah (21). Selain memorakporandakan rumahnya, kiriman air bah tersebut juga nyaris merenggut nyawa anaknya yang masih balita.

Saat banjir menerjang, sekitar pukul 19.00, anaknya pertamanya yang bernama Putra Latif Setiawan (4), sedang tertidur pulas.

Satu rumah rusak berat akibat banjir Bandungbanjir di Ngaliyan, Minggu (22/5) malam. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Satu rumah rusak berat akibat banjir Bandungbanjir di Ngaliyan, Minggu (22/5) malam. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Anak saya terseret sampai ke jalan, hampir saja kecemplung kalen (selokan), untung ada warga yang melihat, langsung ditolong,” kata Hidayatullatifah, Senin (24/5).

Putranya tersebut terseret banjir sejauh 20 meter dari dalam rumahnya. Beruntung, saat anaknya terseret, kondisinya masih di atas kasur, sehingga tidak menyebabkan luka yang serius. Ia pun mengaku tak sempat menolong anaknya saat masih di dalam rumah mengingat kejadian tersebut berlangsung cepat dan hanya dalam hitungan menit.

“Pas anak saya hanyut dia masih tidur, sampai di jalan pas ditolong warga pun anaknya masih merem,” ceritanya.

Kejadian tersebut, hampir saja membuatnya tak percaya. Kini, rumahnya dalam keadaan kosong, karena seluruh isinya bersih disapu banjir. Di antaranya tiga lemari, satu tempat tidur, televisi, kipas angin, sound system dan satu sepeda motor hanyut terbayar air bah.

“Hanyut semua seisi rumah. Kartu ATM, STNK, kunci motor dan semua surat-surat belum ketemu,” katanya. (din)

You might also like

Comments are closed.