Balkondes Pegadaian Gelar Moro Borobudur 2020

 

MAGELANG – Pandemi COVID-19 sudah berlangsung hampir enam bulan yang mana membuat banyak sektor usaha terdampak. Penurunan kegiatan bisnis sangat terasa baik di skala usaha besar, menengah maupun kecil. Salah satu yang terdampak cukup signifikan adalah di bidang UMKM sektor pariwisata dan para pelaku serta penggiat seni.

Melihat situasi yang seperti itu, Java Dayu berinisiatif membuat acara untuk UMKM serta pekerja kreatif seperti para seniman di area Borobudur dengan nama Moro Borobudur 2020. Acara ini diselenggarakan di Balkondes (Balai Ekonomi Desa) PEGADAIAN di Desa Ngargogondo, Magelang.

Konsep yang diusung Morobudur 2020 adalah festival yang diikuti oleh 200 UMKM, yang mana sekaligus menjadi ajang industri kreatif dan seniman musik etnik & Kontemporer menyajikan karyanya.

Hal penting lainnya adalah Moro Borobudur 2020 diselenggarakan dengan protokol kesehatan, dan pembatasan pengunjung sesuai dengan acuan Kementerian Kesehatan. Meskipun begitu, Java Dayu berkolaborasi dengan Gmedia Internet Service Provider untuk menayangkan acara Moro Borobudur 2020 di kanal Youtube. Hal ini dilakukan agar masyarakat luas tetap bisa melihat dan merasakan euphoria Moro Borobudur 2020 walau dari rumah saja.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Java Dayu membuat acara ini bekerja sama dengan Forum Rembug Pariwisata Borobudur, serta dinas terkait untuk menerapkan protokol kesehatan”, ungkap Dyah Listyorini selaku Marketing Communication Officer.

Acara yang diselenggarakan Sabtu, 26 September 2020 ini diawali dengan pameran UMKM pada pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB. Pada pukul 16.00 dilanjutkan dengan acara “intimate concert” sunset dinner yang dimeriahkan berbagai atraksi kesenian tradisional seperti Kuda Lumping, Sendratari Manohara, Kinara Kinari, dan band asal kota Solo, Rockustik dengan ciri khas music humornya.

“Total ada 50 tamu undangan. Jadi memang benar-benar intimate concert, sesuai dengan protokol yang ketat. Walau terlihat sedikit, tapi tidak mengurangi esensi dari acara itu sendiri, memulihkan lagi ekonomi nasional”, ujar Oka Zakaria, ketua acara Moro Borobudur 2020.

Diharapkan melalui acara Moro Borobudur 2020 ini akan menjadi awal bangkitnya perekonomian Kota Magelang dan Area Borobudur pada khususnya serta dapat menjadi acara tahunan dengan konsep dan acara yang lebih menarik lagi dengan harapan COVID-19 segera berakhir dan ekonomi dapat pulih kembali.(eff)

Comments are closed.