Ban Mobil Kempes, Uang Rp 426 Juta Ludes Dibawa Maling

METROSEMARANG.COM – Seorang karyawan sebuah perusahaan periklanan di Kota Semarang, Anton Setyawan (30) menjadi korban pencurian. Warga Genuksari, Kecamatan Genuk itu kehilangan uang senilai Rp 426 juta. Uang itu adalah bakal gaji karyawan dan biaya operasional sebuah event.

Ilustrasi

Peristiwa tersebut bermula saat Anton mengambil uang di Bank Jateng, Jalan Pemuda, Kamis (26/4) siang kemarin. Uang senilai ratusan juta tersebut diletakkan di dalam sebuah tas yang ditaruhnya di dalam mobil.

“Awalnya saya itu ngambil uang buat gaji karyawan lain, sama operasional even tinggal beberapa hari lagi. Pas ngambil itu saya memang sudah merasa aneh soalnya di bank saya agak curiga ada dua orang cowok berpakaian lusuh seperti mengamati pergerakan saya,” ujar Anton saat ditemui di kantornya di Jalan Singosari, Semarang Selatan, Jumat (27/4) siang.

Dengan berusaha berfikir positif, kemudian Anton melanjutkan perjalanan menuju daerah Singosari. Saat itu ia berhenti di sebuah warung makan di dekat Taman Singosari untuk makan siang. Tas yang ia gunakan untuk menyimpan uang, ia bawa ke dalam warung tempat ia makan.

“Setelah selesai makan saya keluar, dan mau balik ke kantor. Tapi baru jalan sebentar ada bapak-bapak di warung bilang ban mobil belakang saya sebelah kiri kempes lalu saya turun dari mobil untuk melihat, dan memang kempes. Kempesnya kayak sengaja dicoblos gitu,” imbuh Anton.

Saat itu Anton langsung keluar dan mengganti ban kempes tersebut dengan ban serep yang ia bawa. Tas berisi uang ratusan juta tersebut ia tinggal di kursi depan sebelah kiri.

Namun, saat Anton sibuk memperbaiki ban mobilnya tiba-tiba dua orang laki-laki berboncengan berhenti dan mengambil tas milik Anton melalui pintu depan sebelah kanan. Saat itu ada salah seorang warga yang juga berada di lokasi teriak ada maling. Warga sempat mengejar dua orang pelaku tersebut namun mereka berhasil kabur. Keduanya kabur menuju Jalan Singosari.

“Mereka naik sepeda motor Jupiter MX, platnya itu kayaknya depannya L, mereka kabur lurus arah ke Waroeng Steak,” kata Anton. Setelah itu, Anton kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi mengatakan, pihaknya kini masih menelusuri terkait kasus tersebut. “Memang setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti, untuk kasus ini masih kita telusuri, semoga cepat tertangkap,” tukas Baihaqi. (fen)

You might also like

Comments are closed.