Bangun Johar Baru, Ganjar: Karya Thomas Karsten Harus Dipertahankan

Pedagang mengais sisa kebakaran di Pasar Johar. Struktur tiang bertentuk cendawan pada bangunan Pasar Johar diminta dipertahankan. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Pedagang mengais sisa kebakaran di Pasar Johar. Struktur tiang bertentuk cendawan pada bangunan Pasar Johar diminta dipertahankan. Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

SEMARANG – Pasar Johar yang arsitekturnya digarap Thomas Karsten pada 1933 sudah ditetapkan sebagai cagar budaya‎. Maka pembangunan pasar baru nanti tidak boleh menghilangkan karya monumental yang bernilai sejarah tinggi itu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, ada dua prinsip dalam pembangunan Pasar Johar baru. Untuk bangunan cagar budaya, menurutnya mutlak harus dipertahankan. Struktur tiang berbentuk cendawan menurutnya adalah karya arsitektur luar biasa.

“Wilayah heritage tidak boleh diutak-atik. Saya lihat kemarin masih utuh, masih bisa dipertahankan,” katanya, dalam jumpa pers di Gubernuran, Rabu (13/5).

Justru bangunan lama harus diperbaiki terutama pada bagian jalan, saluran air, dan hydran‎. Dengan penambahan tersebut, diharapkan dapat sekaligus mengatasi ancaman banjir yang senantiasa menyerang Johar.

Sedangkan untuk bangunan yang tidak termasuk cagar budaya‎, menurut Ganjar, boleh diganti dengan desain baru. Kalau perlu, bangunan lama dihancurkan, kemudian dibangun gedung baru yang dapat menampung pedagang lebih banyak.

“Bisa dibangun modern, yang lebih tinggi jadi pedagang tidak suk-suk-an. Jadi bayangan saya ada perpaduan dengan karya Thomas Karsten. Orang akan bisa melihat bangunan modern berdampingan dengan heritage,” katanya.

Untuk ‎pembangunan pasar baru ini, Pemprov telah meminta bantuan pemerintah pusat. Berapa anggaran yang dibutuhkan belum diketahui. Pemprov masih menunggu pengajuan dari Pemkot Semarang.

“Pemkot kami harap segera mengajukan DED-nya agar pasar segera dibangun,” jelasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.