Bangun Pariwisata, Ganjar Gandeng IJTI Jateng

Audiensi Gubernur Ganjar Pranowo dengan IJTI Jateng untuk membahas pengembangan potensi pariwisata di Jawa Tengah. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Audiensi Gubernur Ganjar Pranowo dengan IJTI Jateng untuk membahas pengembangan potensi pariwisata di Jawa Tengah. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

METROSEMARANG.COM – Paruh kedua 2015 dan berlanjut di 2016, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo getol membangun sektor pariwisata. Untuk mempromosikan destinasi wisata, beragam cara dilakukan. Termasuk menggandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng.

‎Usaha Ganjar membangun pariwisata terlihat ketika mempromosikan Candi Borobudur di trem-trem Belanda, meresmikan Kebun Raya Baturraden Banyumas, membangun infrastruktur dan listrik di Karimunjawa, serta melaunching Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata baru.

“Pariwisata Jateng sangat beragam, unik, dan kental dengan unsur budaya. Saya ingin roda ekonomi masyarakat bergerak cepat dengan mendorong sektor pariwisata,” kata Ganjar, Rabu (6/1).

Terkait hal itu, Ganjar menggandeng IJTI Jateng untuk lebih mempopulerkan pariwisata Jateng. Ajakan itu ia sampaikan ketika menerima pengurus IJTI dalam audiensi di ruang kerja, Selasa (5/1).

Dalam audiensi pengurus dan anggota IJTI Jateng, Ganjar menyampaikan bahwa di tahun 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serius melakukan pembenahan di sektor pariwisata, agar dapat “menjual” destinasi wisata kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain perbaikan infrastruktur berupa jalan dan akses, juga dilakukan upaya untuk terus melakukan promosi. Sebab, kekayaan obyek wisata di Jateng diakui Ganjar sudah mulai banyak dilirik oleh para wisatawan. Wisata Jateng memiliki keunggulan karena desitinasinya lengkap mulai dari wisata alam, budaya, petualangan hingga wisata religi yang tersebar merata di 35 kabupaten kota se-Jateng.

“Dalam kondisi krisis seperti ini, wisata sungguh luar biasa. Krisis ini justru banyak pengunjung karena mereka menabung untuk bisa piknik. Ini bagus. Artinya destinasi wisata kita bisa diungkap banyak sekali. Para jurnalis ini dapat melakukan promosi dan liputan sejumlah destinasi wisata yang menarik, bahkan yang belum terekspose oleh media sekalipun di Jawa tengah,” paparnya.

Ketua IJTI Jateng, Teguh Hadi Prayitno menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo dengan menggandeng para jurnalis televisi karena hal tersebut sejalan Komitmen Palembang yang merupakan hasil Konfrensi Jurnalis Televisi se-Asia Pasifik 2015, dimana mengedepankan Jurnalisme Positif.

“Ini kebutuhan yang sama dan saling bersimbiosis mutualisme. Ini juga bagian dari jurnalisme positif yang berdampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami bisa angkat destinasi wisata, UMKM unggulan, budaya, dan banyak hal yang nantinya bisa dijual keluar oleh Jawa Tengah,” terang Teguh.

Teguh berharap dengan promosi yang bagus dengan jurnalis televisi, diharapkan juga mampu mendongkrak perekonomian Jawa Tengah melalui sektor pariwisata. (byo)

You might also like

Comments are closed.