Bangunan Digusur, Warga Kebonharjo Tetap Bayar PBB

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 32 warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kantor Kas Daerah Pemerintah Kota Semarang, Kamis (31/8). Meski bangunan mereka telah dibongkar dan rata dengan tanah dalam program reaktifasi rel PT Kereta Api Indonesia.

Warga Kebonharjo tetap membayar PBB, Kamis (31/8), meski bangunan rumah mereka tergusur proyek reaktifasi rel PT KAI. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Warga tiba di kantor kas daerah secara bersama-sama untuk melakukan pembayaran pajak. Pembayaran pajak ini dinilai bukti mereka merupakan pemilik lahan yang sah di Kebonharjo. Dan warga yang taat membayar pajak sejak mendiami Kebonharjo selama hampir 47 tahun.

”Kami warga yang taat membayar pajak, meski bangunan sudah dibongkar paksa PT KAI, kami tetap mau membayar PBB. Setiap tahun kami membayarnya,” kata salah seorang warga yang membayar pajak, Suparjo.

Suparjo merupakan pemilik lahan terluas di Kebonharjo sekitar 350 m2. Setiap tahun dia mengaku harus membayar PBB Rp 206.375. Meski diakui cukup menguras kantongnya, namun tetap membayarnya. Begitu juga warga lainnya yang tetap mau membayar PBB.

”Ini bukti kesadaran kami, tanpa pajak maka pembangunan negara khususnya Kota Semarang akan melemah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembayaran pajak ini, bukti bahwa mereka adalah pemilik lahan yang sah di Kebonharjo. Tiap tahun warga membayarnya kepada pemerintah. Yang menunjukkan kepemilikan itu juga diakui oleh pemerintahan yang sah.

”Sementara PT KAI tidak pernah membayar PBB, di pengadilan mereka juga tidak bisa menunjukkan pernah membayar PBB untuk lahan di Kebonharjo,” katanya.

Warga yang mau membayar PBB ini, lanjutnya, padahal hidupnya sangat susah setelah bangunannya dibogkar paksa PT KAI. Mereka tinggal di sekitar bangunannya yang dibongkar, bahkan ada yang tinggal dan tidur di tenda yang didirikan di atas lahan yang dibongkar. (duh)

You might also like

Comments are closed.