Bank Jateng Kucurkan Rp 11 Miliar untuk Modal Pedagang Johar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Dirut Bank Jateng Supriyatno saat merilis skema bantuan dan pembiayaan untuk pedagang Pasar Johar di Kantor Gubernur, Rabu (13/5) pagi. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Dirut Bank Jateng Supriyatno saat merilis skema bantuan dan pembiayaan untuk pedagang Pasar Johar di Kantor Gubernur, Rabu (13/5) pagi. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Bank Jateng mengucurkan dana CSR untuk pedagang Pasar Johar dalam bentuk modal usaha. Kredit usaha produktif juga diberikan dengan bunga ringan.

Direktur Utama Bank Jateng Supriy‎atno mengatakan, dana yang disiapkan untuk modal cuma-cuma sebesar Rp 11 miliar. Pihaknya berkeinginan membantu pedagang agar dapat bekerja kembali seperti biasanya.

Ia berharap, pedagang bisa memanfaatkan kredit yang Bank Jateng tawarkan. Pedagang tidak perlu berfikir pengembalian atau pembayaran angsuran. “Jangan berfikir mengembalikan, yang penting dana itu digunakan, pedagang bisa jualan dan dana itu bisa bergulir,” katanya, ketika mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (13/5).

‎Pemprov Jateng bekerja sama dengan Bank Jateng memutuskan akan memberi bantuan modal cuma-cuma sebesar Rp 3 jutaan per pedagang. ‎Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, keputusan itu diambil setelah mendapat banyak permintaan dari pedagang. “Ternyata pasar darurat belum menyelesaikan masalah. Mereka butuh modal untuk bisa kembali berjualan,” katanya.

Setelah berdiskusi dengan Bank Jateng, disepakati tiga skema bantuan untuk pedagang Pasar Johar. Skema pertama ialah pemberian bantuan modal cuma-cuma untuk 3760 pedagang. Jumlah tersebut berdasarkan data dari Dinas Pasar Kota Semarang.

Menurut Gubernur, bantuan ini tidak sama setiap pedagang. “Disesuaikan dengan besar kecilnya usaha. Yang kecil ya di bawah Rp 3 juta, tapi yang besar tidak akan di atas Rp 3 jutaan,” katanya.

Bantuan modal tersebut akan diberikan pada saat peresmian pasar darurat di dekat Masjid Agung Jawa Tengah. “Setelah pasar darurat jadi, pedagang mulai pindah, kita berikan,” lanjutnya.

Skema kedua yakni program Kredit Usaha Produktif khusus pedagang Pasar Johar. Bank Jateng akan memberikan kredit antara Rp 3 juta dan Rp 20 juta per pedagang. Kredit ini menggunakan bunga ringan sehingga tidak memberatkan pedagang.

Sedangkan skema ketiga ialah kredit untuk pedagang besar. Karena level usahanya, tentu saja mereka membutuhkan modal yang lebih dari Rp 20 juta. “Khusus yang membutuhkan modal lebih besar, bisa mengajukan ke Bank Jateng sendiri. Akan dibantu dengan beberapa kemudahan,” kata Ganjar.

Supriyatno menambahkan, pihaknya juga akan memberi dispensasi kredit bagi 9 pedagang. Mereka adalah nasabah Bank Jateng yang menjadi korban kebakaran‎ Pasar Johar.

“Akan kami beri keringanan, misalnya jangka kredit diperpanjang atau ‎bunga diperingan,” katanya. (byo)

You might also like

Comments are closed.