Bank Syariah Topang Kekuatan Rupiah Hadapi Dollar

Expo iB (islamic Banking) Vaganza di Mal Ciputra. Keberadaan bank syariah diyakini bisa menopang nilai tukar rupiah terhadap dollar. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa
Expo iB (islamic Banking) Vaganza di Mal Ciputra. Keberadaan bank syariah diyakini bisa menopang nilai tukar rupiah terhadap dollar. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Industri perbankan berbasis keuangan syariah bakal melakukan segala cara guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Ketua Bidang Edukasi dan Literasi DPP Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Koko T Rachmadi mengklaim mampu melakukan hal itu mengingat kondisi keuangan bank syariah kini masih aman dari dampak nilai tukar rupiah terhadap dollar.

“Kita di perbankan syariah siap saja apa yang dilakukan pemerintah untuk mensuport ekonomi yang lebih baik,” kata Koko, usai acara IB Vaganza, di Mal Ciputra Simpang Lima, Kamis (20/8).

Lebih lanjut, Koko memaparkan, hingga saat ini dampak melemahnya rupiah terhadap dollar belum dirasakan bank syariah. Ia mengaku pelaku perbankan syariah masih menunggu dinamika perekonomian nasional yang terjadi beberapa bulan ke depan.

“Yang jelas, nilai rupiah ambruk akibat fenomena ekonomi global. Itu lebih ke ekonomi makro dan kita sendiri sifatnya action,” jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika terus merambat naik, hingga nyaris mendekati poin Rp 14 ribu.

Menurut Ketua Otoritas Jasa Keuangan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Wibowo Santoso, kondisi keuangan bank syariah yang stabil dipengaruhi sistem bagi hasil. Ini artinya, keuangan syariah tidak ada hubungannya dengan bunga. Mestinya kesempatan. Untung kecil maupun besar dibagi bersama. “Kalau rugi juga dibagi bersama,” katanya.

Ia menambahkan, sistem bagi hasil inilah yang membedakan pertumbuhan keuangan antara bank syariah dengan bank konvensional. (far)

You might also like

Comments are closed.