Banser NU Siap Kawal Kondusivitas Kota Semarang

METROSEMARANG.COM – Keberagaman dan kebhinekaan adalah anugerah sekaligus aset bangsa Indonesia yang sangat berharga. Inilah sesungguhnya yang menjadi perekat perbedaan yang dibungkus dengan toleransi dan tenggang rasa.

Penutupan Diklatsar Banser. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang Hendar Pribadi saat menjadi Pembina Apel penutupan Diklatsar dan Pembaitan ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Semarang, di MTS Al-Islam Kelurahan Sumurejo, Gunungpati, Semarang, Minggu (14/5).

‘’Teramat sayang, negeri ini justru kerap mengingkari anugerah itu. Indonesia yang didirikan para ulama bersama elemen lain yang menyatukan perbedaan kini justru menghadapi persoalan rapuhnya toleransi,’’ tandasnya.

Wali Kota yang disapa Hendi mengatakan, toleransi jika tidak dipelihara dengan baik dan dibiarkan kosong, maka bangunan-bangunan tenggang rasa akan ambruk. Jika tidak dibangun kembali maka bisa berakibat fatal.

‘’Dalam kekosongan itu rakyat menjadi mudah dijejali fanatisme kebablasan yang lebih menonjolkan identitas diri, golongan, bahkan fanatisme berkedok agama,’’ ujar Hendi.

Untuk itu, ia meminta kepada Ansor dan Banser dapat menjadi elemen utama dalam mengawal kebhinekaan. Sebab, di dalam kebhinekaan sejatinya terkandung ikhtiar untuk merajut setiap perbedaan demi memperkuat persatuan.

Ia pun mengingatkan kepada peserta Diklatsar agar nantinya setelah dilantik menjadi anggota banser harus bisa mengayomi seluruh warga Semarang. ‘’Jangan semuanya dikedepankan dengan emosi namun semuanya harus melalui pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan budaya kita,’’ tuturnya.

‘’Jangan mudah terpancing dengan isu dan provokasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal. Jika mendengar seperti itu segera sampaikan ke Kapolrestabes, Dandim, atau bisa juga bisa langsung ke saya,’’ pungkasnya.

Sementara Ketua Panitia penyelenggara Suhermanto menyampaikan, diklatsar Banser ini merupakan angkatan ke 9 yang diikuti 100 peserta dari Kota Semarang. ‘’Dari jumlah tersebut yang paling tua berusia 61 tahun dan termuda pemuda berusia 16 tahun’’ jelasnya.

Diharapkan dengan adanya diklatsar sebagai kawah candra dimukanya kader Ansor Kota Semarang menjadi pelopor gerakan sosial dan keagamaan di Kota Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.