Banyak Listrik ‘Nyantol’, PLN Rugi Rp 40 M Sebulan

Ilustrasi Foto: metrosemarang/dok energytoday
Ilustrasi
Foto: metrosemarang/dok energytoday

 

METROSEMARANG.COM – Maraknya aksi pencurian listrik di kalangan pelanggan rumah tangga mengakibatkan PLN Distribusi Jawa Tengah-DIY menanggung kerugian besar. Humas PLN Distribusi Jawa Tengah-DIY, Supriyono menyebut kerugian negara akibat kehilangan listrik alias losis di area Jawa Tengah dan Yogyakarta telah mencapai Rp 40 miliar dalam sebulan.

“Banyak temuannya pada tahun ini. Sehingga ada kerugian di perusahaan kita mencapai Rp 30-40 miliar sebulan. Jumlah ini melonjak dibanding tahun lalu masih Rp 20 miliar,” kata Supriyono, saat berbincang dengan metrosemarang.com, Minggu (22/11).

Supriyono lantas melanjutkan bahwa aksi pencurian listrik tersebut membuat perseroan mengalami losis hingga 7 persen atau naik dibanding tahun lalu masih 6 persen.

Ia mengungkapkan kini banyak ditemukan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang disambungkan secara ilegal pada arus listrik milik bangunan di sekitarnya. Hal yang sama juga terjadi pada rumah-rumah padat penduduk yang menciru arus listrik di rumah sekitarnya.

“Selain itu, kerugian PLN juga disebabkan perilaku pelanggan yang menunggak membayar listrik,” jelas Supriyono.

Lebih jauh, Supriyono menguraikan, aksi pencurian listrik kian marak terjadi lantaran jumlah pelanggan rumah tangga dalam kurun waktu bersamaan meningkat drastis. Di Jawa Tengah sendiri, ia mencatat terdapat 9,7 juta pelanggan dan 80 persen di antaranya berasal dari pelanggan rumah tangga.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ia menambahkan Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah pencurian listrik terbanyak sampai saat ini.

Karena itulah, Supriyono menyarankan kepada tiap pemerintah kabupaten/kota untuk menegakan aturan soal hukuman pencurian listrik. PLN memberikan dua opsi untuk menekan pencurian listrik yakni memasang PJU mandiri di tiap jalan raya dan melakukan pencabutan terhadap jaringan listrik liar.

“Kami akan menerjunkan tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) ke masyarakat untuk menertibkan lokasi mana saja yang terdapat jaringan listrik ilegal,” ucapnya. (far)

You might also like

Comments are closed.