Bappeda Turun Tangan, Siapa Berwenang Tutup SK?

METROSEMARANG.COM – Situasi di kompleks Argorejo atau Sunan Kuning (SK) mengalami gonjang-ganjing, setelah Bappeda Kota Semarang ditengarai ingin mengambil alih kebijakan untuk menutup lokalisasi terbesar di Ibukota Jateng tersebut.

Ilustrasi

Fakta tersebut terungkap tatkala Bappeda menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait tanpa melibatkan pengelola Sunan Kuning, pada akhir pekan lalu.

Suwandi Eko Saputro, Ketua Resos Sunan Kuning mengaku kecewa dengan tindakan Bappeda tersebut. Ia menduga Bappeda sedang merancang siasat untuk menggusur wisma-wisma yang ada di wilayahnya tanpa kompromi.

“Mungkin Bappeda mau mengambil kebijakan dengan menggusur semua wisma atau mengusir penghuni resos, kita juga masih menerka-nerka. Karena baru kali ini ada sebuah kebijakan terkait penutupan Sunan Kuning, tetapi kita sebagai pengelolanya justru tidak dilibatkan dalam pertemuan lintas stakeholder,” ungkap Suwandi, usai menggelar acara di Balai Pertemuan Argorejo, Selasa (3/4).

Suwandi mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mengingat rencana penutupan Sunan Kuning tinggal menunggu waktu. “Tahun depan Sunan Kuning akan ditutup sama Kemensos,” bebernya.

Menurutnya sutuasi keamanan juga bertambah buruk setelah pihaknya terlibat konflik dengan beberapa pejabat Dinas Sosial (Dinsos). Konflik mencuat tatkala seorang pejabat Dinsos terlibat cekcok dengan Ari Setiadi sebagai koordinator Lentera ASA.

“Masa kita yang sudah 18 tahun mengelola resos dituduh mengeksploitasi mbak-mbak yang ada di sini. Ini kan sama saja kita sudah membantu pemerintah tapi malah diinjak,” keluh Ari Setiadi, saat ditemui di tempat yang sama.

Ari menyebut tudingan tersebut salah kaprah. Karena pemerintah yang justru melakukan pungutan liar (pungli) di tiap wisma. Sesuai Perwali Kota Semarang yang diterbitkan akhir 1986 silam, katanya, Sunan Kuning berstatus legal.

“Kita pindah kemari secara resmi. Setiap wisma juga tidak ada pungutan. Malah oknum-oknum pejabat yang melakukan hal itu,” kata Ari.

Untuk saat ini, ia meminta kepada Pemkot Semarang untuk mencari solusi terbaik agar masalah tersebut segera mereda. “Pemerintah seharusnya memberi solusi untuk mengatasi polemik penutupan Sunan Kuning,” tegasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.