Batal Gunakan TBRS, Hendi Tawarkan Semarang Bagian Utara untuk Trans Studio

METROSEMARANG.COM – Penolakan masyarakat terkait pembangunan Trans Studio di kawasan Raden Saleh, Jalan Sriwijaya, membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melirik daerah lain untuk dibangun wahana bermain indoor tersebut. Hendi, panggilan akrabnya mengatakan sudah berbicara dengan investor untuk dibangun di kawasan Semarang bagian utara.

Wali Kota Hendrar Prihadi membubuhkan tanda tangan di atas kain sebelum pertemuan dengan seniman dan warga TBRS, Selasa (10/3/2015). Foto metrosemarang/dok
Wali Kota Hendrar Prihadi membubuhkan tanda tangan di atas kain sebelum pertemuan dengan seniman dan warga TBRS, Selasa (10/3/2015). Foto metrosemarang/dok

Menurut Hendi, kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) yang berdekatan dengan Wonderia akan direvitalisasi dengan pembangunan gedung dengan kualitas akustik lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak muda dan masyarakat di Kota Semarang lebih tertarik dan nyaman menyaksikan pagelaran seni budaya yang ada di sana.

“Kami sudah bertemu pihak Trans Studio. Karena polemik rencana pembangunan Trans Studio sangat berdekatan dengan momen Pilkada, sangat banyak orang yang memprotes maupun mendukung mengatasnamakan seniman dan budayawan, jadi saya tunda dulu agar kondusif,” ungkapnya, Jumat (13/5).

Sementara Wonderia didorong untuk melakukan pembenahan agar menjadi daya tarik wisatawan sesuai kontrak, yaitu 2027 mendatang. Mengenai usul dewan agar Trans Studio dibangun di Semarang bagian atas, Hendi menyerahkannya pada investor.

“Dewan kan mengusulkan, yang membangun adalah investor. Lagipula di Semarang bagian atas sangat banyak daerah konservasi. Kalau bukan daerah konservasi mungkin tidak masalah jika dibagun di atas,” tuturnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.