Batik Jumputan, Karya Unik Anak-anak SD Kuncup Melati

Batik Jumputan karya anak-anak SD Kuncup Melati ini cukup sederhana tapi tetap punya nilai seni khas Indonesia. Foto Metrosemarang/MS-01
Batik Jumputan karya anak-anak SD Kuncup Melati ini cukup sederhana tapi tetap punya nilai seni khas Indonesia. Foto Metrosemarang/MS-01

SEMARANG – Batik sudah menjadi identitas Bangsa Indonesia. Ia adalah ekspresi budaya yang memiliki makna simbolis dan nilai estetika tinggi. Prosesnya pembuatannya yang rumit membuat batik begitu layak dihargai.

Namun di tangan anak-anak SD Kuncup Melati di Jalan Gang Lombok, Pecinan, proses membuat batik terasa tidak terlampau rumit dan terlihat menyenangkan. Sudah sejak akhir tahun lalu, anak-anak sekolah gratis di bawah Yayasan  Khong Kauw Hwee tersebut diajari cara membuat batik.

“Ide awalnya adalah untuk mengenalkan anak-anak pada budaya sendiri, selain itu juga memberikan kegiatan positif. Kami ada ekstra kurikuler komputer, namun karena keterbatasan sehingga peserta harus dibagi dua. Daripada anak-anak menunggu tidak ada kegiatan kami ajari untuk membuat batik jumputan” kata Agustin Indrawati Dharmawan, Kepala SD Kuncup Melati saat dikunjungi metrosemarang.com, Selasa (3/2).

Lebih lanjut Agustin menjelaskan bahwa proses membuat batik jumputan ini tidak terlalu rumit sehingga anak-anak bisa melakukannya. Cara membuatnya adalah mengikat kelereng-kelereng dengan tali pada lembaran kain mori.

“Kain tersebut lantas dicelupkan pada larutan warna. Ikatan kelereng ini yang membentuk motif-motif unik. Selain kelereng bisa juga digunakan sumpit dan uang logam. Ketiganya membentuk motif yang berbeda-beda,” imbuh Agustin.

Meski pembuatannya terlihat sederhana, namun kain batik hasil kreasi siswa-siswi SD Kuncup Melati tersebut cukup digemari. Beberapa karya bahkan sudah dikoleksi pembeli dari Surabaya dan Bandung. (MS-01)

 

activate javascript

You might also like

Comments are closed.