Batik Lasem Memikat Pengunjung Mal Paragon

Mulyati dan Batik Lasem motif Pagi Sore. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Mulyati dan Batik Lasem motif Pagi Sore. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Batik Lasem menjadi salah satu primadona di “Batik & Fashion Art” Mal Paragon. Lantas, apa saja keistimewaan batik asal Rembang ini?

“Keistimewaannya itu kan ada di prosesnya, semua dikerjakan secara manual dengan tangan. Waktu pengerjaan juga lebih lama agar hasilnya lebih halus,” kata Mulyati pengusaha Batik Lasem, Rembang saat ditemui di sela-sela pameran, Rabu (30/12).

Dengan modal awal Rp 100 juta, Mulyati mulai merintis usaha Batik Lasem sejak enam tahun lalu. Dia mengaku diakhir tahun ini permintaan masyarakat mengalami peningkatan. Sepotong batik berukuran 115 cm x 240 cm dibanderol mulai Rp 125 ribu hingga Rp 3 juta.

“Motif paling laris yang unik-unik, seperti kilin, lokcan, dan gunung ringgit. Kalau gunung ringgit ada maknanya, yang pake ini didoakan uangnya segunung jadinya ini yang paling mahal,” katanya.

Ada juga batik motif Pagi Sore, jika dibuka ada dua warna berbeda. Motif tersebut juga mengandung makna yang dituangkan dalam lukisan. “Maknanya ada, paginya biar sejuk, sorenya biar redup, kan ada gelap ada terang seperti kata Ibu Kartini habis gelap terbitlah terang,” jelas Mulyati.

Mulyati antusias jika ada undangan even pameran. Dia bahkan sudah mempunyai pelanggan yang siap datang ke pameran. Setiap tahun berbagai even pameran di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Jogja selalu ia jelajahi untuk memperkenalkan kerajinan lokal daerahnya. (CR-08)

You might also like

Comments are closed.