Bawa Kemenyan, Ratusan Buruh Serbu Gubernuran

Seorang anggota KSPI membawa menyan dan dupa ke sosok "Ganjar Pranowo" (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)
Seorang anggota KSPI membawa menyan dan dupa ke sosok “Ganjar Pranowo” (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

SEMARANG – Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), kembali menyerbu kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10) siang. Mereka menolak pelanggengan upah murah.

Sambil menyanyikan lagu berjudul Negeri-negeri, salah satu anggota buruh berpakaian Jawa lengkap, berjalan pelan menuju sosok “Ganjar Pranowo” yang diperankan anggota lain dengan memakai topeng. Tak lupa kemenyan dan dupa dibawa sebagai simbol agar sang Gubernur berkenan menyetujui kemauan ratusan buruh tersebut.

“Sungguh tragis nasib para pekerja akibat terganjal kebijakan politik upah murah. Padahal jika dilihat secara makro, ekonomi Indonesia memiliki beberapa keuntungan baik dari sumber daya alamnya, maupun sumber daya manusianya yang produktif,” tutur Agus, koordinator lapangan saat menyampaikan orasinya.

Menurut Agus, sekalipun penetapan upah sudah dilakukan secara benar, akan tetapi tidak bisa menjawab kebutuhan pekerja, apalagi prosesnya sering dipolitisir oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

“Untuk itu kami menuntut, cabut segera rekomendasi walikota Semarang tentang UMK tahun 2005, menolak Draft Pergub tentang pedoman survei yang tidak memihak ke kaum pekerja, serta mengubah penambahan item KHL dari 60 menjadi 84 item,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.