Bayi Perempuan yang Dibuang di Gajahmungkur jadi Rebutan untuk Diadopsi

METROSEMARANG.COM – Kondisi bayi berjenis kelamin perempuan yang dibuang di samping Kantor Persatuan Purnawirawan (PP) Polri, Jalan S Parman, Bendungan, Gajahmungkur, Kamis (9/6), kini semakin membaik. Sejauh ini sudah puluhan keluarga yang berminat mengadopsi bayi berbobot 1,9 kilogram tersebut.

Bayi mungil tersebut dirawat di ruang Melati Rumah Sakit Bhayangkara Semarang sejak Kamis pagi. Saat metrosemarang.com mengunjungi bayi tersebut, ia sedang terlelap tidur di dalam inkubator dan dalam penjagaan dokter.

Bayi yang ditelantarkan orangtuanya, kini dirawat di Ruang Melati RS Bhayangkara. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Bayi yang ditelantarkan orangtuanya, kini dirawat di Ruang Melati RS Bhayangkara. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Desi, salah satu dokter yang merawat si jabang bayi, menuturkan, saat pertama kali tiba di rumah sakit, kondisi bayi sempat drop. “Kemarin pas hari pertama sempat rewel, karena dia mengalami dehidrasi,” kata Desi, Sabtu (11/6).

Hingga kini, bayi masih dalam perawatan untuk memberikan asupan makanan yang cukup karena berat badan bayi  masih di bawah ukuran normal. “Sekarang tinggal masalah berat badannya saja yang kurang, beratnya hanya 1,9 kilogram,” urainya.

Desi menambahkan, selama menjalani perawatan di RS Bhayangkara, bayi tersebut cukup menarik minat sejumlah keluarga untuk mengadopsinya. Jumlahnya mencapai lebih dari 20. Namun, ia menyarankan bagi yang ingin mengadopsi agar melalui dinas terkait atau pihak kepolisian.

“Kami hanya merawat saja. Kalau menurut aturan Dinas Sosial (Dinsos) setelah tiga bulan baru bisa diadopsi, kecuali nanti orang tuanya ketemu bisa langsung dibawa,” terangnya.

Bayi mungil itu ditemukan oleh Budiman (64) warga Ngaglik Lama, Bendungan, Gajahmungkur dalam sebuah kardus minuman air mineral, Kamis (9/6) sekitar pukul 05.00. Bayi dengan berat badan 1,9 kilogram, panjang 47 sentimeter dan diperkirakan berumur 7 hari itu terlihat sehat. Setelah kepolisian mendapatkan laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bayi tersebut akhirnya dirawat di RS Bhayangkara. (din)

You might also like

Comments are closed.