Bayu Ramli: Menghapus Sisi Kelam Dunia Modelling

Bayu Ramli Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Bayu Ramli
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

DUNIA modelling tak melulu soal berlenggak-lenggok di atas catwalk atau sekadar berpose di depan kamera, tetapi juga menyangkut soal etika. Ada banyak sisi positif yang diajarkan ketika seseorang memutuskan terjun sebagai model.

Bagi Bayu Ramli, dunia modelling bisa sebagai media pendidikan mental. Lewat Sekolah ‘Exis’t Modelling’ yang dia kelola, lelaki asli Kota Lumpia itu mendidik anak asuhnya tidak sebatas pada pengetahuan modelling, namun juga etika.

“Dunia model bagiku adalah dunia penuh impian. Banyak keindahan yang bisa dilihat. Setelah belajar modelling, mereka menjadi percaya diri, tahu penampilan, professional, dan perilakunya semakin baik,” katanya kepada metrosemarang.com, Kamis (29/1).

Sekolah yang berada di Jalan Setiabudi, Banyumanik tersebut memberi pendidikan modelling selama satu tahun, mulai dari usia 3 tahun hingga 25 tahun. Tahun 2014, lanjut Bayu, ‘Exis’t Modelling meluluskan lebih dari 700 siswa.

Bayu yang juga desainer itu mengakui, saat ini kasus-kasus hukum yang menjerat model, cukup berdampak pada ketakutan masyarakat dengan dunia modelling. “Saya berharap, baik yang masih siswa atau lulusan Exis’t Modelling betul-betul menjalankan tugasnya secara professional, seperti apa yang sudah diajarkan,” imbuhnya.

Begitu cintanya pada dunia yang sudah 15 tahun dia tekuni, Bayu Ramli perlahan terus berusaha memperbaiki citra modelling dari sudut pandang masyarakat. Dia tak ingin dunia yang sudah memberinya banyak keindahan itu bakal semakin terpuruk gara-gara ulah segelintir orang. Berkat kerja kerasnya, Exis’t Modelling meraih penghargaan Professional Modelling School Award 2014 tingkat nasional dan Indonesian Figure Achievement Award 2014. (ans)

 

 

activate javascript

You might also like

Comments are closed.