Bayu Wijaya: ‘Terjebak’ Dunia Marketing

Bayu Wijaya 'E-Plaza' Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha
Bayu Wijaya ‘E-Plaza’
Foto: metrosemarang.com/achmad nurseha

DUNIA marketing bukanlah profesi yang diidamkan Bayu Wijaya saat dirinya masih aktif sebagai mahasiswa Ilmu Desain Grafis di Modern School of Design (MSD) Yogyakarta. Baginya, saat itu dunia marketing hanyalah permainan para pebisnis yang tak harus ia mengerti.

“Jujur, dulu aku gak mau jadi marketing. Mungkin karena masih muda, idealisnya masih kuat,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Senin (6/4).

Namun semenjak berkecimpung di dunia kerja, pria dengan dua anak itu mengaku belajar ilmu marketing sangat dibutuhkan. Apalagi, kerja yang ia jalani sekarang sebagai Marketing Communication (Marcom) di E-Plaza Semarang.

Pemahamannya tentang dunia marketing yang dula sempat dia benci, berangsur berubah. “Mau gak mau harus belajar marketing. Tapi aku jadi sadar kalau orang hidup itu memang harus belajar marketing, terlebih menjalin relasi,” tambahnya.

Meski dengan latar belakang desain grafis dan membenci dunia marketing, hal itu tidak menghalangi Bayu menjadi marketing professional yang kini sedang ia harapkan. “Selain itu, belajar marketing bermanfaat bagi saya pribadi, juga sangat berpengaruh pada kehidupan tempat saya kerja,” imbuhnya.

Kini, Bayu mulai memetik jerih payahnya selama ini. Dia juga ikut berperan dalam perkembangan tempat hiburan yang berada di kawasan Simpang Lima tersebut. Terlebih kini E-Plaza sendiri telah menjadi ikon Kota Semarang dengan empat outletnya, yakni E-Cinema, E-Lounge, E-Resto, dan 7-KTV. (ans)

You might also like

Comments are closed.