BBM Turun, Hiswana Migas Semarang: Penjualan Naik 10 Persen

Antrean kendaraan di SPBU Coco Jalan Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/1). Konsumsi BBM di Semarang meningkat 10 persen pasca pemberlakuan tarif baru BBM jenis premium dan solar. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Antrean kendaraan di SPBU Coco Jalan Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/1). Konsumsi BBM di Semarang meningkat 10 persen pasca pemberlakuan tarif baru BBM jenis premium dan solar. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Himpunan Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kota Semarang menyatakan transaksi penjualan bahan bakar minyak (BBM) di wilayahnya meningkat begitu Pertamina mengumumkan penurunan harga premium dan solar yang berlaku Selasa (5/1) kemarin.

Ketua Hiswana Migas Kota Semarang Yanuar Nurahman mengatakan, penjualan bahan bakar premium dan solar kini naik 10 persen dari kondisi normal. Lonjakan paling terasa di wilayah pusat Kota Semarang dan Weleri Kendal. “Naiknya dua hari terakhir rata-rata 10 persen,” katanya saat ditemui di kantornya, Jalan Suratmo Semarang Barat, Rabu (6/1).

Para penggendara motor dan mobil, katanya, sejak kemarin memenuhi spot-spot pompa bensin yang tersebar di 40 titik di Semarang. Untuk harga premium kini menjadi Rp 6.900 per liter dan solar jadi Rp 5.750 per liter. Penurunan harga ini telah diumumkan dan disetujui oleh pihak-pihak terkait mulai legislator di Senayan dan Presiden Joko Widodo.

Selain harga bahan bakar, pemerintah juga menurunkan harga elpiji tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Harga elpiji 12 kilogram dari semula Rp 134.600 per tabung, kini turun Rp 5.600 jadi Rp129.000 per tabung. Begitu pula dengan harga elpiji ukuran 5,5 kilogram dari semula Rp 62.000 jadi Rp 57.500 per tabung.

Meski begitu, menurut Yanuar untuk penjualan elpiji sejauh ini masih tetap stabil. Ia menyebut dalam sehari Semarang dapat pasokan 4.0000 ton tabung ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. “Kalau elpiji turun tak ada pengaruhnya di wilayah kami,” ujar Yanuar.

Yanuar lantas menegaskan bila pada tahun berikutnya pemerintah sebaiknya membuat prediksi harga jual elpiji di lapangan agar ketika terjadi fluktuasi harga tidak membingungkan pelaku usaha maupun konsumen. (far)

You might also like

Comments are closed.