BBPOM Semarang Gerebek Gudang Obat Ilegal di Cilacap

METROSEMARANG.COM – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Semarang menyita berbagai macam obat tradisional ilegal beserta alat produksi dari sebuah gudang di Desa Nusajati, Kabupaten Cilacap. Barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp 1,6 miliar tersebut meliputi 14 mesin produksi, bahan kimia serbuk sebanyak 14 karung dan 5 drum, serta label kemasan sebanyak 265 rol.

Barang bukti obat ilegal yang disita BBPOM Semarang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kasi Penyidikan BBPOM Semarang, Agung Suprianto mengatakan penyitaan tersebut dilakukan pada saat menggelar operasi penertiban Selasa (21/11) kemarin. “Itu awalnya dari informasi masyarakat bahwa di daerah tersebut ada kegiatan produksi (obat ilegal). Bagian luarnya memang hanya seperti bambu-bambu gitu seakan di dalamnya tidak ada aktivitas tersebut,” ujar Agung, Rabu (22/11).

Agung melanjutkan, berbagai macam barang bukti tersebut disita dari seseorang berinisial Y (50). Saat ini statusnya masih sebagai terlapor dan belum dijadikan tersangka.

“Ini sebenarnya pada tahun 2009 lalu gudangnya juga pernah kami gerebek dan berhenti produksi. Namun kemudian kami mendapat informasi bahwa gudang tersebut kembali beroperasi sejak tahun 2016, dan ini juga lebih besar daripada saat itu,” beber Agung.

Barang sitaan tersebut kemudian dibawa ke Gudang BBPOM di Jalan Madukoro Raya, Semarang. BBPOM Semarang juga akan melakukan pengecekan pada komposisi apa saja yang terkandung dalam obat tradisional ilegal tersebut.

Sementara untuk peredarannya, obat tradisional ilegal ini sudah menyebar di seluruh Jawa Tengah. Ada sembilan macam kemasan obat tradisional dengan berbagai merek. Obat-obatan tersebut dijual dengan harga kisaran Rp 2 ribu per sachet.

“Pemiliknya akan kami panggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut pada Senin (27/11) besok. Jika terbukti bersalah maka bisa diancam dengan pasal 197 dan 196 undang-undang kesehatan tahun 2009 karena memasukan bahan-bahan kimia pada obat tradisional dan mengedarkan obat tanpa ijin,” pungkas Agus. (fen)

You might also like

Comments are closed.