Bea Cukai Musnahkan 25,6 Juta Batang Rokok Ilegal

*Kerugian Negara Yang berhasil Diselamatkan Rp 11,66 Miliyar

 

SEMARANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KPBC), Kanwil DJBC Jateng dan DIY, KPPBC Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal dan KPPBC Magelang, secara serentak memusnahkan 25,6 juta batang rokok ilegal hasil penindakan periode Januari 2019 s.d. Januari 2021. Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan dari 4 kantor Bea Cukai di Jateng dipimpin langsung Direktur Jendral Bea Cukai Askolani   di KPPBC Semarang.

“Total nilai barang yang dimusnahkan Rp21,85 Miliyar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp11,66 Miliyar, ” jelas Askolani disela-sela pemusnahan BMN.

Pemusnahan serentak ini dilakukan di 4 (empat) lokasi, yaitu di KPPBC Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal, dan KPPBC Magelang. Secara keseluruhan Barang Milik Negara (BMN) yang dimusnahkan terdiri dari 25,6 juta batang rokok ilegal, 20 kg tembakau iris, 6.800 keping pita cukai rokok yang diduga palsu, 32 buah alat pemanas, 93 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan 3.560 ml Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Adapun rincian berdasarkan lokasi pemusnahan di Kanwil DJBC  Jateng & DIY dan KPPBC Semarang berupa rokok jenis SKM dan SKT 16,18 JUTA batang dengan nilai Rp 12,9  miliyar dengan potensi kerugian negara yang diselamatkan Rp 6,23 miliyar. Sedangkan dari KPPBC Kudus jumlah brang yang dimusnahkan terdiri dari 32 alat pemanas 6.800 keping pita cukai palsu, rokok SKM 8,34 juta Batang, rokok SKT 29,47 ribu batang dengan total nilai Rp 8,51 miliyar dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan. Rp 4,72 miliyar.

Sementara itu untuk KPPBC Tegal berhasil disita rokok SKM 553,47 ribu batang, KPPBC Magelang rokok SKM, SKT dan KLM 557,64 ribu batang, tembakau iris 20,005 gram, MMEA 93,540 ml. HTPL 3.560 ml.

Askolani menyatakan rokok illegal yang dimusnahkan merupakan hasil sinergi dengan Aparat Penegak Hukum seperti TNI, POLRI, Kejaksaan dan juga SATPOL PP serta instansi terkait lainnya.

Selama periode 2020 sampai dengan sekarang, Bea Cukai di wilayah Kanwil DJBC Jateng dan DIY yang bersinergi dengan APH, telah berhasil melakukan 433 penindakan dengan jumlah rokok illegal  62,6 Juta batang. Nilainya  Rp65 Miliyar dengan potensi kerugian negara yang terselamatkan mencapai Rp38,4 Miliyar.

Upaya pemberantasan rokok illegal akan dilakukan terus menerus dari hulu hingga hilir. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengamanan keuangan negara, penciptaan iklim usaha yang sehat, dan kelancaran pembangunan.

” Saya imbau kepada para pihak / pengusaha yang belum legal untuk berusaha secara legal karena “Legal Itu Mudah”. Jajaran Bea Cukai di seluruh daerah akan memberikan pelayanan terbaik dan berintegritas,” tutur Askolani. (tya)

You might also like

Comments are closed.