Bebas, Soemarmo Ogah Balik ke Semarang

image

SEMARANG – Mantan Walikota Semarang, Soemarmo HS, telah menyelesaikan masa hukumannya di rumah tahanan (rutan) Cipinang, Jumat (26/9) lalu.

Soemarmo, yang dipidana lantaran terbukti melakukan penyuapan kepada anggota DPRD Kota Semarang untuk meloloskan RAPBD Kota Semarang tahun 2012, resmi meninggalkan rutan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Soemarmo melalui kuasa hukumnya. MA kemudian mengurangi masa hukuman Soemarmo 6 bulan, menjadi hanya 2,5 tahun penjara.

Sebagai informasi, Soemarmo yang diseret ke meja hijau oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dijatuhi pidana 1,5 tahun dan denda Rp 50 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Majelis hakim menilai Soemarmo terbukti menyalahgunakan jabatannya sebagai walikota untuk melakukan perbuatan yang merugikan negara, menyuap para anggota DPRD Kota Semarang guna meloloskan proses pembahasan RAPBD tahun 2012.

Atas putusan pengadilan tingkat pertama tersebut, Soemarmo menyatakan menolak. Dia, melalui kuasa hukumnya, mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tipikor.

Masih tidak puas dengan hasil putusan banding, Soemarmo pun mengajukan kasasi ke MA. Di saat yang bersamaan, jaksa KPK juga mengajukan kasasi ke MA. Akhirnya, MA menyatakan menerima kasasi jaksa dan menolak kasasi Soemarmo. Hukuman Soemarmo pun diperberat menjadi 3 tahun penjara. Soemarmo dan tim kuasa hukum lantas menempuh upaya hukum terakhir, yakni PK.

Pascamerampungkan masa pidananya, Soemarmo malah tak kembali ke Semarang. Menurut sumber, Sabtu (27/9) pagi, dia terbang ke Solo lalu melanjutkan perjalanan ke Bantul, Yogyakarta. (ren)

You might also like

Comments are closed.