Beda Versi Usulan UMK, Hendi akan Pertemukan Apindo dan Buruh

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan ada dua versi usulan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2018. Terhadap usulan tersebut, dia berharap ada titik temu yang tidak merugikan kaum buruh maupun memberatkan kalangan pengusaha.

Massa buruh SPN menggelar orasi di depan kantor Gubernuran, beberapa waktu lalu. Buruh dan pengusaha berseberangan dalam usulan UMK 2018. Foto: metrosemarang.com/dok

Perwakilan buruh atau pekerja telah mengusulkan UMK tahun 2018 sebesar Rp 2,7 juta, sedangkan kalangan pengusaha melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang mengusulkan sebesar Rp 2,3 juta.

Hendi sapaan akrab wali kota mengatakan, dirinya telah menerima usulan UMK 2018 dari perwakilan buruh dan juga pengusaha yang diwakili Apindo. Usulan kedua pihak tidak sama besarannya sehingga perlu ada titik temu. ‘’Yang satu mengusulkan Rp 2,3 juta sedangkan yang lainnya Rp 2,7 juta,’’ tuturnya, Selasa (31/10).

Dia berharap baik buruh maupun Apindo dapat menentukan sendiri besaran UMK tahun depan yang disepakati. Tentunya besarannya yang tidak merugikan buruh dan juga tidak memberatkan para pengusaha. Diharapkan mereka dapat membahasnya secara bersama.

‘’Untuk itu, dalam waktu dekat kami ingin mempertemukan perwakilan buruh dan Apindo untuk membahasnya bersama-sama,’’ tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.