Bedah Buku Suluk Kiai Cebolek: Syekh Mutamakkin, Sosok yang Dihormati Gus Dur

Bedah Buku 'Suluk Kiai Cebolek' di Auditorium 1 lantai 1 UIN Walisongo Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Bedah Buku ‘Suluk Kiai Cebolek’ di Auditorium 1 lantai 1 UIN Walisongo Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Dalam buku Suluk Kiai Cebolek, diajarkan beberapa nilai yang diwariskan Syekh Mutamakkin, ulama yang terkenal di Pati, Jawa Tengah. Pada Rabu (24/12), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi menggelar bedah buku tersebut di Auditorium 1 lantai 1 UIN Walisongo Semarang.

Penulis buku tersebut, Ubaidillah Achmad membredeli nilai filosofis dari lukisan ornamen yang terdapat di Masjid Kajen, Pati. “Satu gambar saja bisa terjabarkan dalam 400 halaman,” kata dia.

Sebagai mahasiswa yang kritis, lanjut dia, kerendahan diri merupakan hal yang paling utama. Yang dibutuhkan dari seorang guru atau dosen adalah pendampingannya. Jika mengenai ilmu, bisa kita timba sendiri dari sumber lain.

Syekh Mutamakkin pun merupakan ulama yang sangat dihormati oleh Abdur Rahman Wahid. Ketika terpilih menjadi Presiden RI, Gus Dur langsung mendatangi makam Kiai Mutamakkin. Ubaidillah Achmad menjelaskan, posisi ulama harus menjaga jarak dengan pemerintahan, kecuali ulama sekelas Gus Dur. (ade)

You might also like

Comments are closed.