Begal Kembali Merebak, Masyarakat Harus Berani Bertindak

METROSEMARANG.COM – Fenomena begal yang sedang marak terjadi di Kota Semarang harus dicari akar masalahnya. Aksi kejahatan tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang dan harus ada keberanian dari masyarakat untuk melawan para pelakunya.

Dua begal remaja yang menewaskan driver taksi online berhasil diringkus Resmob Polrestabes Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono menerangkan, sejak tahun 2015 hingga awal 2018 kejadian begal semakin bertambah. Kepolisian padahal sudah melakukan berbagai langkah upaya pencegahan dan penindakan yang tegas.

‘’Karena itu harus dicari akar masalahnya apa, ketika polisi tegas ternyata begal masih bertambah,’’ kata Wiwin pada dialog interaktif Sekretariat DPRD Kota Semarang di hall balaikota, Senin (29/1) sore.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi dan Kabid Ideologi Kebangsaan Badan Kesbangpol Kota Semarang Suwito sebagai narasumber.

Menurut Wiwin, sangat miris pelaku begal saat ini justru kebanyakan anak-anak yang masih remaja atau muda. Perlu dicari akar masalah yang menyebabkan mereka berani melakukan tindak kriminal tersebut yang bahkan kadang dengan kekerasan dan pembunuhan.

‘’Apakah karena persoalan pengaruh obat-obatan, mirasantika, keluarga, dan lain-lain. Misalnya karena persoalan mirasantika maka diharapkan polisi melakukan penindakan mirasantika secara habis-habisan,’’ katanya.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, Pemerintah Kota Semarang harus melakukan upaya pencegahan terjadinya aksi begal. Di antaranya dengan memberikan penerangan jalan khususnya di daerah-daerah rawan kejahatan, membuat jalan mulus, dan memasang CCTV di daerah rawan dan tempat-tempat strategis.

Sementara Wakapolrestabes Semarang, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengatakan, fenomena begal butuh kebersamaan dan keberanian masyarakat untuk melawan pelaku agar tidak semakin berkembang dan merajalela.

‘’Kepolisian sudah melakukan upaya pencegahan tapi tetap ada, jadi masyarakat bisa ikut membantu. Amankan, tidak perlu takut, kalau takut malah merajalela. Setidaknya memperlambat pelaku untuk kabur. Kalau tidak ada perlawanan semakin membuatpelaku nyaman,’’ katanya.

Masyarakat dapat membantu dengan menelepon anggota polisi atau kantor polisi. Karena saat kejadian korban biasanya tidak bisa berbuat banyak maka orang lain yang melihat kejadian harus melaporkan.

‘’Atau bahkan bisa langsung mengamankan begal tidak apa-apa, asalkan tidak sampai meninggal, daripada terjadi hal yang lebih parah terhadap korban,’’ katanya.

Tempat di Kota Semarang yang rawan begal berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat, antara lain adalah di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Mpu Tantular, Jalan Raden Fatah, dan Plampitan.

Kabid Ideologi Kebangsaan Badan Kesbangpol Kota Semarang, Suwito mengatakan, Pemkot Semarang juga sebenarnya sudah melakukan upaya pencegahan, salah satunya menyelenggarakan kegiatan peningkatan ideologi Pancasila, pendidikan karakter, dan lainnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.