Begini Cara Cyber Aswaja Bendung Arus Radikalisme dan Terorisme di Dunia Maya

METROSEMARANG.COM – Awal 2017 merupakan momen yang dirasa tepat untuk memulai perang terhadap arus radikalisme dan terorisme melalui dunia maya. Menurut dosen Universitas Islam Negeri Walisongo, M Rikza Chamami, budaya berkirim pesan ide-ide radikalisme sangat mengganggu nasionalisme dan melahirkan ideologi sumbu pendek.

Foto: istimewa

Dia mengatakan, sudah waktunya bagi para generasi muda melahirkan pasukan media sosial dalam membendung arus radikalisme dan terorisme. “Basis pemikiran berinternet sehat dan menyadarkan digital literasi juga menjadi modal dalam mengurangi berita bohong atau hoax yang cepat tersebar,” kata dia, Senin (2/1).

Berbagai bentuk fitnah di media sosial harus dihentikan, apalagi menghina ulama dan Islam. Konten-konten keagamaan juga harus memperbanyak tema tentang kebangsaan juga harus diperbanyak. Hal ini sebagai perekat antara masyarakat untuk menjadi Indonesia dengan bingkai persatuan dan kesatuan.

Oleh karena itu dibentuklah Cyber Aswaja Jateng yang dideklarasikan akhir Desember 2016 lalu di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Para deklarator yang hadir adalah Sholahuddin al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdul Hamid (PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah), Munawir Aziz (PP Lembaga Ta’lif Wan Nasyr), M Rikza Chamami (Lampesdam Kota Semarang), M Zulfa Cholil (Lakpesdam kota Semarang) dan 50 pegiat media lainnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.