Begini Cara Jual Produk di Instagram [Stop Selfie!]

Artikel ini mengulas cara jual produk di Instagram, mulai riset sampai membuat toko online dengan Instagram (hanya 10 menit).

Artikel ini mengulas cara jual produk di Instagram, mulai riset sampai membuat toko online dengan Instagram (hanya 10 menit).

Sekarang era sosial. Tingkah laku manusia dimanipulasi media sosial. Hidup difilter dengan status, tweet, pesan, dan foto. Intelejensi verbal menurun, intelejensi visual meningkat. Orang memutuskan akan membaca content atau tidak, hanya pada 8-10 detik pertama. Orang tidak mau membaca, mereka lebih suka melihat gambar.

INSTAGRAM mengalahkan Twitter (sejak 2012) dalam kunjungan per hari. Lebih dilirik pemakai smartphone dalam berjualan daripada di Facebook.
INSTAGRAM mengalahkan Twitter (sejak 2012) dalam kunjungan per hari. Lebih dilirik pemakai smartphone dalam berjualan daripada di Facebook.

Sampai sekarang, di media sosial, banyak foto selfie, foto berpergian, masakan, dan produk. Bagi penggemar fotografi dan visual, mereka suka memakai Instagram. Bukan Facebook atau Twitter. Kunjungan per hari di Instagram sudah melampaui Twitter sejak Februari 2012.
Fitur baru Instagram mendukung tujuan ini, bahkan aplikasi pihak ketiga sudah banyak menyediakan platform untuk berjualan.

9 Taktik Menjual Produk dengan Instagram

1. RISET.

Lakukan riset kecil. Apa produk Anda? Sampai mana jangkauan produk ini? Siapa target pembelinya?

Nanti akan sampai pada sebaris kalimat seperti ini: “Produk saya kaos asli Semarang, untuk orang yang (pernah) tinggal di Semarang, terutama anak muda pemakai jejaring sosial.”.
Selanjutnya, batasi pencarian hanya pada “kaos semarang”. Temukan kompetitor (pesaing). Amati sebatas brand populer (lihat berapa follower dia) dan bagaimana dia bisa terkenal. Setiap pembeli, memiliki tempat kerumunan.

Upload postingan dari Instagram ke Facebook (walaupun bisa), kurang efisien. Anda berjualan di Instagram, bukan di Facebook. Belum tentu mereka punya akun Instagram.

Anda tidak harus memasuki setiap kerumunan. Strategi yang perlu dijalankan: potong kerumunan itu. Misalnya, menuliskan komentar di salah satu akun fotografer Semarang (yang sangat aktif) atau mendekati “influencer” (orang yang punya reputasi bagus di media sosial).

Pelajari kebiasaan pemakai Instagram. Kebiasaan ini selalu berubah sejalan dengan tren mobilitas. Begitu ada path dan line, orang suka posting “sedang di mana”, “melakukan apa”, dan “chat”. Namun mereka tetap suka foto, gambar bagus, dan pasti membaca kalau ada inbox. Manfaatkan hal-hal seperti ini.

Riset harus menghasilkan kata-kunci yang akan dimainkan serta jelas siapa target (calon) pembeli produk Anda.

2. KUALITAS FOTO

Gunakan foto berkualitas bagus dengan dimensi minimal 1900×1900 pixel. Ini bisa diatur dari setting camera. Ambil sudut-pandang terbaik. Yang terpenting, jangan memakai filter untuk warna produk, resikonya bisa dikomplain pembeli. Biarkan warna apa adanya untuk produk. Kalau mau memakai ukurang (biar bisa dibayangkan pembeli), gunakan benda lain. Letakkan bersebelahan, agar terbayangkan berapa ukurannya.

3. STORY

Menawarkan produk kualitas bagus? Sudah pasti. Anda sedang menjual. Sajikan itu dalam bentuk “cerita singkat”, sisipkan pesan di dalamnya. Harap diingat, pembaca lebih menyukai sentuhan “emosional” daripada yang rasional.

Cerita berarti pemaparan pengalaman, lebih menyentuh, dan unik. Sampaikan ekspresi dengan simbol. Itu sebabnya, Facebook menerapkan ungkapan perasaan dalam bentuk emoticon. Kita bukanlah mesin-berpikir yang merasa, melainkan mesin-perasaan yang berpikir.
Repost testimonial dari pemakai atau pembeli lain juga bisa meningkatkan trust.
Alasan orang membeli produk, lebih banyak karena alasan irrasional. Ada 3 faktor yang membentuk trust: simbol, harapan, dan misteri. Cantumkan brand, buktikan kualitas, dan jangan terlalu blak-blakan. Lebih singkat, lebih baik.

4. HASHTAG, URL

Instagram tidak mengaktifkan URL di foto. Link yang bisa diklik hanya #hashtag dan URL di biografi Instagram. Jika memasang 30 hashtag atau lebih, secara otomatis Instagram akan menghapus semua hashtag di foto itu.

Pastikan hanya memakai hashtag yang umum (sering dicari) namun relevan dengan produk Anda. Misalnya: #kaossemarang #namabrand. Gunakan hashtag yang terkait produk dan nama brand untuk menjalankan campaign, perjuangkan agar hashtag itu populer.

BuzzSumo telah melakukan riset terhadap 1 milyar pemakai Facebook dari 3 juta brand produk yang berjualan di Facebook. Hasilnya: posting gambar di Instagram mendapat engagement 23% lebih banyak daripada di Facebook. Postingan dengan #hashtag di Facebook, ternyata lebih tak-diminati daripada postingan tanpa-hashtag.

5. QUOTE

Gunakan “quote” (kutipan) dalam serangan visual di antara postingan product. Anda bisa mencantumkan nomor hape, alamat web, atau id Instagram sebagai watermark dalam foto.

Anda bisa memakai Pixlr. Fitur Pixlr sangat ampuh. Dia bisa dijalankan di browser desktop maupun Android kelas menengah. Pixlr punya tipografi lengkap, filter dan efek foto, bisa double exposure, crop bujur-sangkar yang pas untuk Instagram, dan share. Pixlr bisa menjadi piranti praktis untuk menambahkan watermark pada foto produk, menuliskan quote, atau memberikan kesan “seni” dalam foto-foto yang akan diupload. Saya rekomendasikan Pixlr.

Selain Pixlr, Anda bisa membuat quote dengan Relay, Word Swag, QuotesCover, Recite, PicMonkey, Skitch, Adobe Post, Pictaculous, Aviary, Tangent, dan Canva.

6. VIDEO

Buat video durasi 15 detik berisi “behind the scene”, cerita di balik produk, atau testimonial dari pembeli dan influencer. Proses produksi itu rahasia tetapi testimonial pembeli bisa dijadikan video menarik.

7. MULTIPLE ACCOUNTS

Instagram sudah support multiple account. Anda bisa login sampai 5 akun. Sebenarnya, 2 (dua) akun sudah cukup. Gunakan dengan baik, bukan untuk membuat akun hantu demi menambah follower. Bukan banyaknya follower yang terpenting, melainkan bagaimana mengkonversi follower menjadi pembeli. Pisahkan mana akun pribadi, mana akun produk, mana customer service, mana yang dipakai untuk mendatangi “influencer”.

8. FOCUS

Fokus pada pembeli, perlakukan sebagai manusia. Jangan terlalu fokus pada product. Tidak ada salahnya me-repost foto orang lain, yang penting mendapatkan ijin, dan jangan menambahkan watermark di foto jika bukan milik Anda. Foto random (acak) yang tidak selalu berkaitan dengan produk, bisa meningkatkan follower. Jangan bikin bosan orang dengan akun yang berisi 100% produk.

Sekitar 46% pemakai Facebook hanya membuka Facebook dari piranti mobile, tanpa pernah membuka Facebook di browser desktop. Instagram memang dirancang untuk pemakai piranti mobile. Sebaiknya Anda mentarget pemakai piranti mobile sejak awal, agar mereka bisa

9. ONLINE SHOP, PAYPAL

Sampai sekarang, sistem pembayaran PayPal masih paling praktis dan terpercaya. Berbekal akun Instagram dan PayPal yang sudah terverifikasi, Anda bisa membuat toko online tanpa perlu beli domain dan hosting. Gratis.

Ada banyak website penyedia layanan toko online, namun saya rekomendasikan InSelly untuk jualan dengan Instagram dan Paypal.

Proses membuat toko online dengan Instagram dan Paypal ini tidak ada 10 menit.
Buka InSelly.com > masukkan email > Pilih negara: Indonesia > lalu klik “Proceed”.

Selanjutnya, lakukan verifikasi email yang dikirimkan InSelly dan buka Setting pembayaran di InSelly dengan menambahkan email untuk akun PayPal. Anda tinggal posting produk, menuliskan deskripsi dan harga, maka produk sudah siap dibeli.
Anda juga bisa melirik Spreesy jika ada uang untuk membuat toko online berbasis Instagram.

Sejak 2012, angka kunjungan per hari di Instagram sudah mengalahkan Twitter. Follower dari Instagram 100% organic, sedangkan dari Facebook hanya 3% organic. Orang lebih suka visual foto daripada teks dan link. Ketiga faktor ini, membuat para pebisnis kecil memakai Instagram untuk mengembangkan bisnis.

Jika punya bisnis dan jualan produk dan mentarget para pemakai smartphone, pakailah Instagram. Instagram memang dirancang untuk piranti mobile. Jangan heran jika kualitas foto Instagram di browser komputer diturunkan, tak sebagus di smartphone. Foto di Instagram dirancang tidak bisa disimpan, kecuali Anda memakai aplikasi tambahan (umumnya berbayar) atau script tambahan di browser. Dengan catatan, pemakai browser komputer tidak bisa upload foto. Singkatnya, Instagram cocok untuk pebisnis yang mentarget pemakai piranti mobile.

Sudahkah Anda menjual produk dengan Instagram? [d]

You might also like

Comments are closed.