Begini Kronologi Percobaan Penculikan Siswi SMA 5 Semarang

METROSEMARANG.COM – Eunike Tabita Berdian (15) atau biasa dipanggil Keke, awalnya tak curiga dengan ajakan seseorang yang memberinya tumpangan saat hendak pulang ke rumahnya di Jalan Raya Kaligawe no 17 RT 04 RW 02 Kampung Tenggang, Rabu (18/5) petang. Siswi SMA Negeri 5 Semarang ini sadar rencana jahat si pembonceng data during diajak makan di sebuah warung.

Keke lolos penculikan setelah lompat dari speeds motor. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Keke lolos penculikan setelah lompat dari speeds motor. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Keke menceritakan kronologi kejadian tersebut saat metrosemarang.com berkunjung ke rumahnya, Jumat (20/5) siang. Saat setengah perjalanan menuju rumahnya usai turun dari BRT, tiba-tiba ada seorang lelaki memaksanya untuk naik ke kendaraan dengan alasan akan diantar pulang. Keke pun tak menaruh curiga, lantaran orang itu melintas searah ke rumahnya.

“Orangnya maksa naik, dia bilang masak kok gak inget sama saya,” terang Keke yang mengira laki-laki itu teman ayahnya.

Keke pun akhirnya membonceng. Namun laki-laki yang tidak ia kenal itu malah berbelok dari jalan yang seharusnya menuju rumah Keke. Ia pun sempat menegur karena lewat jalan yang tidak biasa dilewati saat pulang. Namun, lagi-lagi pria misterius itu berdalih akan diantar pulang lewat gang sebelah.

“Orangnya memakai motor Honda Vario warna putih, helm dibuka, seragamnya seperti anak magang di bengkel. Anaknya masih muda,” jelas Keke saat menerangkan ciri-ciri pria yang mencoba menculiknya.

Selain itu, ada juga ciri-ciri lain seperti kulitnya cokelat, gigi ramping, serta hidungnya agak mancung. Setelah berjalan, pria tersebut berhenti dan mengajak Keke untuk makan di sebuah warung makan. Karena menolak tawaran makan, tangan pria itu pun mulai kurang ajar dengan Keke. Dari situ ia sadar kalau yang memberi tumpangan punya niat jahat.

“Saya mulai sadar waktu dia nawarin minuman sama makan. Sudah pesan tapi baru dibuatin satu minuman saja. Dalam hati saya, waduh itu kayaknya bukan temannya papa,” cerita Keke.

Ajakan makan ditolak, Keke pun kembali diajak naik motor dan berjalan ke arah Jalan arteri pantura. Sepanjang perjalanan setelah dari warung Keke terus meronta untuk minta diantarkan pulang ke rumah.

Sebelum semakin jauh, ia pun tak punya pilihan lain selain melompat. “Saya dorong sedikit terus lompat, saya nggak mau kejadian kekerasan seperti di tv-tv,” katanya

Ia mengaku selama ini hanya pernah sekali menebeng tetangganya usai turun dari BRT menuju ke rumahnya. Namun, ia mengaku sering mendapat tawaran nebeng dari tetangganya meski tak ia terima.

“Nggak biasa (nebeng), baru sekali doang, banyak yang nawarin tapi itu tetangga. Yang kemarin kan tujuannya searah, kirain mau ke sini juga,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.