3 Strategi Bekerja dari Rumah [Awas! Sekte Sesat di Perkantoran Semarang]

Bebaskan pekerjaan Anda dari pengaruh “sekte sesat” di perkantoran Semarang. Begini 3 strategi bekerja dari rumah agar lebih produktif.

“Awas! Banyak perkantoran Semarang menjadi tempat sekte sesat. Memaksa pegawainya bekerja 60 jam seminggu. Jangan biarkan rumahmu diganggu pekerjaan. Buang hape mulai sekarang!”.
Pesan tersebut terkirim dari WhatsApp seorang kawan, ketika dia bercanda mengeluhkan lelahnya bekerja dari rumah. Mungkin dia butuh strategi baru untuk bekerja dari rumah.

SEKTE SESAT. Bekerja dari rumah bisa menyenangkan kalau pakai strategi. Buat lingkungan-kerja yang menyenangkan, atasi masalah kecepatan dan tarif koneksi internet, dan buatlah schedule
SEKTE SESAT. Bekerja dari rumah bisa menyenangkan kalau pakai strategi. Buat lingkungan-kerja yang menyenangkan, atasi masalah kecepatan dan tarif koneksi internet, dan buatlah schedule

Tidak semua pekerjaan bisa digarap dari rumah. Ada 3 macam pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah: entrepreneurship, komunikasi, dan gagasan. Entrepreneurship (bukan “enterpreneurship”) berarti mengorganisasikan bisnis dengan resiko keuangan lebih tinggi, seperti pekerjaan para pemilik bisnis, layanan jasa konsultasi, online reseller, dan akuntansi. Pekerjaan berkaitan dengan komunikasi, bisa : sales, online marketing, dan digital advertising. Bekerja dari rumah, berkaitan dengan gagasan itu seperti : desainer web, copy writer, editor-penulis, blogger, dan programmer.
Jika suka bekerja dari rumah, mulailah mendalami ketiga jenis pekerjaan di atas. 11 pekerjaan tersebut telah merubah cara-pandang orang tentang bekerja. Tidak harus ngantor. Pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.
Kebanyakan pekerjaan ini justru dilakukan lulusan perguruan tinggi. Mereka bisa bekerja kurang dari 40 jam dalam seminggu. Jumlah 40 jam, kalau menerapkan 5 hari kerja, masih terbilang angka tinggi, sama halnya sehari bekerja 8 jam (di tempat). Bekerja normal (ngantor) membutuhkan waktu-tambahan berupa perjalanan pulang-pergi dari rumah ke kantor.
Selain efisiensi waktu, ada banyak keuntungan bekerja dari rumah. Anda tidak kehilangan banyak waktu dan biaya untuk bolak-balik dari kantor ke rumah. Bisa makan dan coffee break sendiri. Lebih santai. Jadwal kerja juga lebih fleksibel, selagi tetap ada target deadline (tenggat-waktu) dan pekerjaan terselesaikan. Yang menyenangkan, selalu bisa dekat dengan keluarga, atau menyendiri jika belum berkeluarga. Menurut survei, faktor-faktor inilah yang bisa membuat orang lebih berprestasi dan merasa bahagia jika bekerja dari rumah.
Tidak sepenuhnya seenak gambaran di atas. Bekerja dari rumah bisa menjadi “bencana” jika tidak memiliki strategi. Banyak faktor lain yang menghambat bekerja dari rumah. Saya sempat mengalami, betapa tidak enaknya bekerja dari rumah.
Pertama, membuat lingkungan-kerja yang menyenangkan.
Lingkungan itu mencakup ruang dan waktu. Sebaiknya Anda memiliki ruangan tersendiri (sebagaimana di kantor) yang tidak bisa diganggu orang lain. Kalaupun ada yang masuk, berikan pengertian bahwa Anda sedang bekerja di situ. Jika ruangan seperti ini tidak ada, buatlah waktu-khusus, tanpa gangguan. Anda bisa bilang, “Saya harus menulis sampai 2 jam ke depan”, itu berarti: jangan ganggu dan jangan interupsi saya.
Memberikan pengertian kepada orang terdekat itu tidak mudah. Seorang isteri tidak mudah percaya begitu saja jika suaminya sedang chat dengan orang lain, sekalipun itu tentang pekerjaan (atau bukan tentang pekerjaan). Begitu pula sebaliknya. Selalu harus menjelaskan itu tidak mungkin dilakukan. Seorang anak, lebih mudah menurut dan mengerti nasehat ibunya, “Kalau ayahmu sedang menghadap laptop, itu artinya sedang bekerja.”.
Kedua, kecepatan dan tarif koneksi internet.
Adanya koneksi internet, bisa mempermudah komunikasi. Sebaiknya, jangan sampai ada masalah teknis tentang koneksi. Sekarang, semua hal terhubung internet, meskipun diakui tarif layanan internet masih sangat mahal. Rata-rata orang membutuhkan kuota internet sebulan 3 Gb. Itu tanpa streaming YouTube. Kuota 3 Gb berkisar pada kebutuhan memakai media sosial, bermain game online dan browsing. Kalau di kantor, mungkin bisa memakai free wifi. Singkatnya, akses wifi sangat dibutuhkan. Kalau mau memakai wifi di luar, biasanya di kafe atau angkringan. Anda bisa menimbang seberapa kuat tingkat gangguan jika bekerja di tempat terbuka. Bisa, tetapi akan ada banyak gangguan, apalagi jika sering berpindah tempat.
Tidak jarang, banyak pertanyaan muncul saat kita di tengah publik, terutama pada orang yang tidak tahu bahwa saya sedang bekerja di depan laptop. Tanamkan disiplin pada pekerjaan.
Buat prioritas. Apa yang harus dikerjakan dengan kesaktian wifi, lakukan dulu. Biasanya, kalau janji-temu (dating) dengan kawan di free wifi, saya datang lebih awal, agar bisa menyelesaikan pekerjaan. Setelah selesai, bersamaan dengan kawan saya datang, tidak ada gangguan selagi bekerja. Anda butuh interaksi dengan manusia lain, agar tidak terjadi degradasi kemampuan sosial, sementara pekerjaan tetap lancar.
Pada jam-jam tertentu, saat sedang bekerja, atur notifikasi telepon ke modus “Do not disturb”, agar tidak ada gangguan pada jam-jam tertentu. Pakailah headset agar sekeliling Anda tidak terganggu saat memainkan musik atau video. Berhentilah saat harus berhenti, lakukan interaksi dengan orang lain, seperti biasa. Pada saat bekerja, saya suka menikmati lingkungan yang selalu berubah. Kadang menulis di bis (saat perjalanan ke luar kota), kadang menikmati suara orang bermain futsal sambil mendesain. Setiap orang bekerja dengan caranya sendiri.
Ketiga, buatlah schedule dan deadline. Apa yang harus dikerjakan dan kapan harus selesai. Pekerjaan yang baik harus terukur kemajuannya dan terjadwal. Sebelum jam 12 malam, saya harus menyelesaikan artikel. Tidak bisa tidak. Pagi hari, saya mendengarkan suara burung di pepohonan sambil membaca berita.
Jadwal sebaiknya disesuaikan dengan zona waktu kawan Anda. Kapan kawan Anda selesai makan siang dan bisa diajak chat? Kapan boss Anda membuka email? Dengan penyesuaian seperti ini, fungsi group di WhatsApp dapat berjalan optimal untuk koordinasi atau mendiskusikan pekerjaan. Anda bisa membaca bagaimana memanfaatkan WhatsApp untuk bisnis dari rumah.
Jadwal lain yang harus ada: kembali ke kantor, ketemu orang-orang yang bekerja bersama Anda. Pada saat jadwal telah terpenuhi, berhentilah, lakukan hal lain.
Ketiga strategi tersebut, dapat membebaskan Anda dari rutinitas “sekte sesat” perkantoran. Bekerja dari rumah dapat menjadi pekerjaan menyenangkan, tidak membuat jenuh, dan tetap produktif.
Artikel ini dari angkringan free wifi bersama kawan-kawan yang sedang bicara tentang panen tebu di desa dan download film terbaru. [d]

You might also like

Comments are closed.