Bekraf Jajaki Permodalan bagi 200 Pelaku Usaha Kreatif Jateng

METROSEMARANG.COM – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjajaki pemberian kredit lunak bagi ratusan pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif demi meningkatkan daya saing mereka di dunia usaha nasional.

Pelatihan bimbingan teknis pengembangan pemasaran karya kreatif melalui media online bersama Bekraf, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengaku saat ini telah mengajak sembilan bank syariah untuk membiayai usaha para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Jawa Tengah. “Jumlah pelaku usahanya yang kami kumpulkan di Semarang ada 200 orang,” kata Fadjar di Wisma Perdamaian Jalan Imam Bonjol, Kamis (11/5).

Kesembilan bank yang ia maksud antara lain Syariah Mandiri, Syariah Bukopin, BNI Syariah, CIMB Niaga Syariah, BTN Syariah, Danamon Syariah, Bank Jateng Syariah, Bank Muamalat Indonesia dan Panin Dubai Syariah.

Ia menyebut Semarang jadi kota kedua yang dijajaki untuk pembiayaan ekonomi kreatif. Sebelumnya, ia telah melakukan hal serupa di Tamah Datar Batusangkar, Sumatera Barat.

Ia menginginkan dalam kegiatan bertajuk Sharia Banking for Creative Businnes Matcing kali ini dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi pelaku usaha agar berani mengajukan bantuan modal kepada para bank syariah tersebut.

Walau demikian, ia menjamin bahwa 200 pelaku ekonomi kreatif yang menghadiri acaranya hari ini sudah punya syarat memadai pemilik brand usaha yang layak diajukan untuk pembiayaan ekonomi syariah.

“Kami berharap bank-bank syariah bisa menyalurkan bantuan modal usaha kepada pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Sementara itu, Bakhruddin Latief, SME Account Officer BNI Syariah Semarang berjanji bakal memberikan promo khusus bagi 10 pelaku usaha yang mengajukan pendanaan kepada banknya.

“Selama syaratnya mencukupi, maka akan mendapat tarif khusus dari kami. Sebab, kita sangat mengapresiasi peningkatan ekonomi kreatif. Saat ini sudah ada 20 aplikasi yang diajukan kepada kami,” ungkap Latief.

Pihaknya akan menyalurkan pembiayaan minimal Rp 50 juta dengan ragam kemudahan agunan mulai sertifikat tanah, bangunan maupun kendaraan pribadi.

“Tapi syaratnya (usahanya) sudah harus berjalan 2 tahun. Lalu ada bukti transaksi laporan keuangannya,” tuturnya. Sedangkan berkaitan dengan pembiayaan bisnis startup, ia menegaskan masih akan dikaji lebih mendalam apakah usahanya layak dimodali atau tidak. (far)

You might also like

Comments are closed.