Belasan Salib Diboyong Menyusuri Jalanan Kampung di Banyumanik

METROSEMARANG.COM – Untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus (Paskah), ratusan umat Katolik di Kecamatan Banyumanik Semarang melaksanakan ibadah jalan salib dari kampung ke kampung. Acaranya dimulai pukul 07.30-09.00 WIB hari ini, Jumat (25/3).

Menariknya, jalan salib di Banyumanik diikuti 500 umat yang berasal dari 14 gereja. Mereka terdiri dari para ibu, laki-laki, biarawati gereja hingga anak-anak.

Visualisasi Jalan Salib di Paroki Banyumanik. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Visualisasi Jalan Salib di Paroki Banyumanik. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Umat Katolik mula-mula memboyong patung salib kayu berukuran besar lalu berjalan perlahan menyusur Jalan Suster OFS kemudian masuk ke Jalan Prasetya menuju Puri Perdana Raya. Sembari melantuntan doa-doa, rombongan umat Katolik lalu melanjutkan jalan salib di Jalan Trunojoyo dan kembali ke Gereja Santa Maria Fatima.

Paulus Krismasto Sekretaris Dewan Paroki Banyumanik mengatakan, ibadah jalan salib merupakan salah satu prosesi untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus dalam kepercayaan umat Katolik.

Ia menjelaskan, sebelum menggelar jalan salib, pihak gereja terlebih dahulu melaksanakan ibadah Minggu Palma di hari Minggu kemudian Kamis putih dan nanti sore akan ada ibadah misa Jumat Agung di gerejanya.

“Kita laksanakan misa dua kali sejak Minggu yang diawali dengan Minggu Palma,” ungkap Krismasto kepada metrosemarang.com.

Menurutnya, ibadah jalan salib untuk memperingati kisah kesengsaraan Yesus Kristus saat diadili hingga dimakamkan. Karena itulah, ada 14 lokasi pemberhentian yang ada di rute jalan salib dan tiap umat wajib memanjatkan doa di situ. “Tadi mereka berdoa dengan khidmat di tiap pemberhentian,” ujarnya.

Gereja-gereja yang melaksanakan jalan salib di wilayah Paroki Banyumanik di antaranya Gereja Santo Agustinus, Santo Antonius, Santo Yusuf, Santo Dominico, Fransiscus Xaverius serta Gregorius Agung. “Mereka berasal dari 41 lingkungan,” katanya.

Ia menyatakan ada tiga pastor yang ikut mendampingi prosesi jalan salib yaitu Romo Yoseph Supriyanto, Romo Emmanuel Maria Supranowo dan Romo Yohannes Gunawan. Mereka berjalan dua kilometer dan diakhiri dengan berdoa khusyuk di altar Gereja Fatima. (far)

You might also like

Comments are closed.