Belum Bayar THR, Belasan Perusahaan Terancam Denda

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah Wika Bintang menemukan, 13 perusahaan di wilayahnya yang belum membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruhnya. Belasan perusahaan terancam sanksi denda hingga pencabutan izin usaha jika tak mampu membayarkan kewajibannya tersebut.

“Pada tahun ini, ada peraturan menteri yang mencantumkan sanksi 5 persen. Sejauh ini sudah ada 13 yang dilaporkan,” ungkap Wika, Selasa (28/6).

Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang  Foto: metrosemarang.com/dok
Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang
Foto: metrosemarang.com/dok

Ia mengancam kepada pemilik perusahaan tersebut dengan sanksi administratif ditambah pemberatan denda sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja/buruh di Perusahaan.

Menurutnya ada perubahan mencolok dibanding aturan tahun lalu dimana perusahaan yang tidak membayar tidak bisa dikenakan denda. “Karena itulah, pabrik-pabrik sebaiknya patuhi aturan yang berlaku. THR wajib diberikan sebagai penghargaan dari perusahaan kepada karyawan yang telah bekerja sekurangnya satu tahun,” sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa  Tengah Ganjar Pranowo mengaku aduan THR tiap hari diterimanya. Ia bahkan harus berulang kali memediasi pabrik dengan buruh karena ada keluhan kesulitan membayar THR. “Makanya, pegawai-pegawai Disnaker harus standby menjelang Lebaran ini,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.