Belum Kantongi Izin, Kantor Go-Jek Magelang Ditutup

METROSEMARANG.COM – Pemkot Magelang menutup kantor Go-Jek di Jalan Kol Sugiyono, Rabu (9/8). Sebelumnya, pemkot telah mengeluarkan keputusan tidak memberikan rekomendasi pada usaha jasa ojek daring berbasis aplikasi.

Driver Go-Jek Magelang berkumpul di depan kantor mereka yang ditutup karena belum memiliki izin operasi. Foto: metrojateng.com

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk menutup aplikasi yang menjadi unsur terpenting di dunia usaha jasa ini. Kami hanya minta kantor ditutup berserta aktivitas perekrutan driver. Bukan aplikasinya. Itu urusan Kominfo,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, usai menemui manajemen Go-Jek.

Penutupan kantor Go-Jek yang dipimpin langsung oleh Kasatpol didampingi Kabid Ketertiban Umum, Otros Trianto disambut ratusan driver Go-Jek. Mereka sejak pagi sudah bersiap di depan kantor sebagai bentuk solidaritas.

Ketua Paguyuban Driver Go-Jek Magelang, Eko Setyo Raharjo menyayangkan penutupan kantornya ini. Namun di sisi lain, ia merasa senang karena pemerintah tidak menutup aplikasi yang menjadi jantungnya usaha ini.

Menurut Eko, karena aplikasi masih hidup, maka driver masih bisa beroperasi seperti biasa. Hanya saja, pihaknya memang diminta menghindari gesekan dengan angkutan konvensional. Juga tidak melanggar zona merah dan melayani konsumen dengan baik.

“Kami senang karena masih bisa beroperasi lantaran aplikasi tidak ikut di tutup,” ujar Eko.

Manajemen Go-Jek sendiri bersedia menemui Satpol PP dan instansi terkait, seperti Dishub, Kesbangpol, Koramil, Polsek Magelang Tengah. Terlihat juga penasehat hukum driver Go-Jek, Muh Hasan Suryoyudho, SH dan politisi Partai Nasdem, Aktib.

Kabid penertiban umum, Otros Trianto menambahkan, sebelum tindakan ini, pihaknya sudah terlebih dahulu menegur secara lisan pihak manajemen, 17 Juli lalu dengan datang langsung ke kantornya.

Setelah itu, manajemen dipanggil ke kantor Satpol PP pada 19 Juli dengan tujuan sama. Pada saat pertemuan itu, pihaknya sudah meminta agar manajemen Go-Jek segera mengurus izin dan diselesaikan sebelum beroperasi. “Karena belum juga mengurus izin, kami terpaksa menutup kantor,” kata Otros .

Namun Otros menambahkan bahwa yang menutup kantor adalah para pengemui Go-Jek. Sehingga, pihaknya tidak memberi segel. (metrojateng.com/MJ-24)

You might also like

Comments are closed.