Belum Terserap Maksimal, Stok Pupuk Subsidi Aman

SEMARANG– Alokasi pupuk bersubsidi bagi petani pada awal tahun ini belum terserap maksimal. Kondisi itu karena saat ini belum memasuki masa tanam atau pemupukan. Vice President External Communication & Media Relation PT Pupuk Indonesia, M Aby Radityo mengatakan, jika belum memasuki masa tanam atau pemupukan memang alokasi pupuk belum terserap maksimal.

pupuk subsidi
Vice President External Communication & Media Relation PT Pupuk Indonesia, M Aby Radityo. (Foto: metrosemarang.com/ Anggun Puspita)

‘’Akan tetapi, jika sudah masuk masa itu sekitar pertengahan hingga akhir tahun pupuk akan terserap maksimal, bahkan melampaui target alokasi,’’ ungkapnya di sela ramah tamah dengan media di Rumah Makan Simpang Raya Semarang, Jumat (4/5).

Hingga sekarang PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk bersubsidi untuk petani aman. Kendati demikian, jika ada permasalahan di lapangan diharapkan masyarakat dapat segera melaporkannya.

Sesuai Permentan No 47 tahun 2017 tentang alokasi pupuk di tahun 2018, Pupuk Indonesia mendapat tugas untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton untuk seluruh Indonesia. Dalam aturan tersebut juga mengatur siapa yang berhak menerima pupuk itu.

‘’Untuk wilayah Jawa Tengah, kami mendistribusikan sebanyak 1.831.990 ton. Ada lima jenis pupuk bersubsidi yang didistribusikan antara lain Urea dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp1.800/kg, NPK harga Rp2.300/kg, SP-36 harga Rp2.000/kg, ZA harga Rp1.400/kg, dan pupuk Organik harga Rp500/kg,’’ jelasnya.

Alokasi pupuk untuk wilayah Jawa Tengah itu didistribusikan ke 298 distributor dan 5.850 kios resmi. Aby menjelaskan, untuk wilayah Jawa Tengah alokasi terbanyak pada pupuk jenis Urea yaitu 763.140 ton/tahun dari total alokasi secara nasional sebanyak 4,1 juta ton/tahun.

Sedangkan, dari alokasi SP-36 se-Indonesia sebanyak 850.323 ton/tahun untuk Jateng 162.970 ton/tahun,  ZA alokasi se-Indonesia 1.050.000 ton/tahun, Jateng 220.630 ton/tahun. Kemudian alokasi NPK sebanyak 2.550.000 ton/tahun (se-Indonesia) dan 421.920 ton/tahun (se-Jateng), pupuk organik sebanyak 1 juta ton/tahun (se-Indonesia) dan 263.330 ton/tahun.

‘’Selama Januari-April 2018 atau kuartal pertama alokasi dari keseluruhan jenis pupuk di Jateng sebanyak 687.607 ton dan realisasinya 585.041 ton atau terserap 85%. Untuk alokasi di Jateng dari masing-masing jenis pupuk dilihat pada kuartal pertama, Urea 271.982 ton dan penyaluran/realisasi 257.059 ton (95%), SP-36 alokasi 71.272 ton dan realisasi 60.978 ton (86%),’’ jelasnya.

Sementara, lanjut dia, ZA alokasi pada kuartal pertama 84.421 ton dan realisasi 72.196 ton (86%), NPK alokasi 164.580 ton dan realisasi 135.538 ton (82%), serta pupuk Organik alokasi 95.352 dan realisasi 59.270 ton (62%). (ang)

 

Comments are closed.