Benarkah Menikah Menghambat Pengembangan Karir?

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Status hubungan asmara rupa-rupanya berperan besar dalam pengembangan karir seseorang. Sebuah survey yang dilakukan JobStreet.com menunjukkan bahwa status hubungan mempunyai faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas di tempat kerja.

JobStreet.com merupakan bagian dari SEEK Asia yang memimpin industri pasar kerja online di Asia. SEEK Asia beroperasi di 7 negara yaitu Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Di Indonesia, perusahaan ini sudah berkiprah selama 10 tahun dan fokus untuk membantu para pencari kerja.

Survei yang pada bulan Februari 2016 itu dilakukan terhadap 3.000 responden. Sebanyak 75 persen menyatakan, status hubungan (single, sedang pendekatan, berpacaran dan menikah) berpengaruh dalam pengembangan karir mereka. Berikut ini uraiannya:

Jomblo

Dari 711 responden yang berstatus single, 40 persen merasa tidak puas dengan status hubungannya. Rata-rata, mereka berada dalam status ini selama 12 bulan. Hasil dari survei ini menyatakan bahwa status single dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap produktifitas di tempat bekerja.

Sebanyak 17 persen responden merasakan efek positif dari status ini yang berhubungan dengan ambisi pengembangan karier. Mereka menganggap inilah waktu yang tepat untuk mengasah kemampuan serta memperkaya pengalaman.

Tawaran untuk bertemu dengan berbagai orang baru sambil mengembangkan jaringan profesionalnya, menjadi faktor motivasi utama. Selain itu, 16 persen merasa lebih fokus dalam bekerja karena tidak disibukkan oleh masalah dengan pasangan yang mampu menurunkan tingkat fokus bekerja.

Akan tetapi, menjadi single juga mampu memberikan efek negatif yakni ketiadaan pasangan yang mampu mendengarkan keluhan diri mereka. Ini diungkapkan 27 persen responden yang belum memiliki pasangan. Salah satu dampak keadaan ini adalah stres di tempat bekerja karena tidak memiliki pasangan untuk mencurahkan keluh kesahnya. Stres juga dapat muncul karena tekanan lingkungan bekerja untuk memiliki pasangan.

Masa Pendekatan

Bagi 60 persen dari 249 responden yang sedang dalam masa pendekatan merasa lebih percaya diri saat memberikan ide serta berkontribusi di lingkungan bekerja.

Selain itu, status ini juga mendorong pengembangan diri dengan menjadi sosok yang dapat dipercaya oleh atasan dengan hasil pekerjaannya. Mereka berusaha untuk mendapatkan kenaikan gaji dan naik ke jenjang karier yang lebih tinggi sehingga mampu memberi kesan positif kepada calon pasangan.

Berpacaran

Sebanyak 49 persen dari 654 responden yang sudah memiliki kekasih menyatakan bahwa dirinya bahagia dan merasa lebih giat untuk bekerja. Ada 51 persen yang memfokuskan tujuan hidupnya pada menabung untuk biaya pernikahan dan atau melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Berbagai rencana hidup mulai dibuat oleh pasangan, sehingga terdapat dorongan untuk mewujudkannya bersama.

Selain itu, status hubungan ini juga mampu meningkatkan kualitas pekerjaan. Mereka terpacu untuk lebih teliti dalam bekerja. Hal ini terjadi karena para responden merasa bahagia ketika mampu membagi suka dan duka kepada pasangan tentang apa yang terjadi di lingkungan pekerjaan. Stres yang dialami responden pun berkurang sehingga mereka bisa memfokuskan diri pada pekerjaan.

Menikah

Bagi 1.386 responden yang sudah menikah, menunjukkan adanya penurunan ambisi untuk meningkatkan karier ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini terungkap dari 33 persen responden dari golongan ini yang menyatakan sudah cukup mapan secara finansial. Mereka merasa telah bekerja keras untuk memantapkan karier saat dalam masa pendekatan dan berpacaran. Dengan begitu, motivasi mereka bekerja ialah untuk membiayai keluarga, liburan bersama keluarga atau membuat usaha baru.

Faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pekerja tidak sebatas tunjangan finansial tetapi juga status hubungan. Responden yang berstatus single dan dalam masa pendekatan, menunjukkan tingkat motivasi untuk mengembangkan diri paling tinggi dibandingkan responden yang sudah berpacaran atau menikah. (*)

You might also like

Comments are closed.