Berburu Kaos Khas Semarang, Di Mana Saja?

Bulik Sri Gethuk berpose di depan KAS Store sehabis memborong kaos (foto: Metro)
Bulik Sri Gethuk berpose di depan KAS Store sehabis memborong kaos (foto: Metro)
Selain makanan, oleh-oleh yang biasa diburu para turis saat berwisata di Semarang adalah kaos. Di Kota Lunpia ini cukup banyak produsen yang menjual kaos khas Semarangan dengan berbagai desain, mulai dari desain bangunan bersejarah, makanan khas, permainan tradisional, hewan khas Semarang, hingga guyonan dan selentingan asli Semarang. Berikut ini Metro Semarang sajikan daftarnya :
1. Kaos Asli Semarang (KASCLOTH)
Produsen kaos yang membuka gerai di Jalan Menoreh Raya nomor 76 ini, menjadikan ungkapan yang dikicaukan di Twitter @aslisemarang sebagai desain mereka, misalnya Ngopi Sik Ndak Edan, I Love Sebeh Semeh, Gali Galau, Aku ♥ Koe, dan lain sebagainya. Harga kaos mulai dari Rp 85 ribu.
2. Gojeg
Di toko yang berada di kawasan pusat oleh-oleh Pandanaran ini, Anda akan menemukan berbagai kaos yang desainnya merupakan plesetan-plesetan lucu. Ada pula desain kaos yang bergambar tradisi khas Semarangan, seperti dugderan. Harga kaos mulai Rp 45 ribu.
3. Tjorodjangkrik
Salah satu keunikan kaos Tjorodjangkrik terletak pada desainnya yang sederhana, cocok bagi Anda yang kurang suka dengan kaos yang ramai akan desain. Untuk mendapatkan kaos berlabel Tjorodjangkrik, Anda bisa mengunjungi kantor Tourism Information Center di Jalan Pemuda nomor 147. Harga kaos mulai Rp 50 ribu.
4. Art-Shop Merby Club
Pada toko yang terletak di Jalan MT Haryono nomor 653 ini, Anda dapat menemukan kaos berdesain aneka hal berbau tradisional, seperti membatik, jamu gendong, wayang, yang seolah digambar dengan cat lukis. Anda juga dapat menemukan berbagai kaos batik di toko yang ber-ikon kodok ijo ini.
5. Kampoeng Semarang
Tak jauh dari kawasan Terminal Terboyo, Semarang, tepatnya di Jalan Raya Kaligawe Km 1, berdiri sebuah bangunan berornamen kayu yang menjual aneka oleh-oleh khas Semarang, misalnya kaos. Kaos yang dijual di tempat ini bervariasi, tidak melulu yang berdesain aneka ikon Semarang. (ren)
You might also like

Comments are closed.