Berdandan ala Shinchan biar Dibilang ‘Ngehits’

METROSEMARANG.COM – Istilah kekinian sekarang menjadi tren baru di kalangan pelajar hingga mahasiswa. Memakai pakaian branded dengan model yang up to date, gaya berpakaian yang unik atau bahkan bisa dipandang aneh dan tak lazim kini menjadi hal yang biasa di kalangan anak muda.

Perkembangan gaya berpakaian ini memang seolah berpacu dengan waktu. Begitu pula gaya dan model riasan wajah. Bagi perempuan memakai make up tentu saja hal yang sudah biasa. Make up bukan sesuatu yang asing bagi perempuan bahkan bisa menjadi kebutuhan.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Namun, ketika make up dipakai tidak pada tempatnya bisa jadi ia berubah menjadi hal yang aneh. Begitu pula yang dirasakan oleh Farida. Mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo ini mengungkapkan ketidaksepemahannya tentang maraknya mahasiswa S1 yang menggunakan make up berlebihan. Salah satunya alis palsu.

“Dilihat agak gimana gitu, kuliah tapi kaya mau ke kondangan,” ungkap Farida, sembari menambahkan bahwa membuat alis palsu saat kuliah itu cukup berlebihan dan tidak pada porsinya.

Tetapi tidak demikian bagi Dwi, menurutnya kalau hanya sekadar memakai alis, bedak, eyeliner, atau lipstik tidak berlebihan. “Wajar aja sih kalau cuma riasan,” tutur Dwi mahasiswa semester enam ini.

Lebih jauh Dwi mengungkapkan bahwa tidak hanya di UIN Walisongo saja yang mahasiswinya berdandan. “Bahkan di kampus lain lebih ngehits dari pada sini,” ungkapnya.

Khoirul Ni’am (24) seorang mahasiswa yang mengaku merasa kurang pas dengan penampilan mahasiswi di kampusnya. Menurut dia, mahasiswi sekarang jika berdandan terlalu berlebihan. “Lihat saja alisnya, nanti kalau hujan bisa-bisa hilang lagi,” ujar Ni’am sambil tersenyum.

Memang sebagian besar mahasiswi perempuan di Kampus UIN Walisongo mempercantik alis mereka dengan pensil alis. Salah satunya adalah Nofi (22) yang mengaku hanya ikut-ikutan saja. “Kebanyakan pada make alis jadi ya aku ikutan aja,” papar Nofi.

Hal senada juga diungkapkan Sari (20), baginya memakai pensil alis adalah untuk mengikuti perkembangan zaman. “Biar kekinian aja, juga biar alis yang nggak rapi terlihat rapi,” ungkap Sari.

Meski demikian apa yang Ni’am lontarkan ternya juga diamini oleh mahasiwa lain. Menurut Dafi tidak masalah berdandan hanya saja harus ada porsi yang tepat. “Kan niatnya kuliah, tapi kalau bisa mengimbangi antara kuliah dan gaya sih nggak masalah,” tutur Dafi.

Lebih lanjut Dafi menuturkan, memakai alis bagi mahasiswi justru kadang terlihat lebih tua dari usianya dan bahkan seperti Shinchan tokoh animasi Jepang yang memiliki alis tebal. (yulikha elvitri)

You might also like

Comments are closed.