Berdayakan Nelayan dengan Koperasi Berasas Gotong Royong

Oleh: Hendra Wiguna *)

Penghasilan nelayan bukanlah penghasilan yang menentu. Keberadaan koperasi sangat membantu nelayan terutama menunjang ketersediaan kebutuhan nelayan sehari-hari.

GOTONG royong selain mengandung nilai kebersamaan, juga mengandung arti kesadaran untuk mencapai suatu tujuan. Lebih dari itu, gotong royong menjadi bagian dasar filsafat Indonesia, seperti yang dikemukakan oleh M Nasroen.

gelombang pasang
Ilustrasi (foto: metrosemarang.com)

Sifat gotong royong merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sampai sekarang  gotong-royong masih melekat, termasuk pada keseharian masyarakat pesisir. Misalnya, saat ada hajatan, bangun rumah, atau pada saat ada kendala pada salah satu kapal milik nelayan lainnya. Keistimewaan gotong royong sangat baik diterapkan dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Harapannya, nilai Gotong royong yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia   ini dapat menjawab permasalahan yang ada pada masyarakat pesisir, terutama nelayan. Salah satunya dengan membangun sebuah usaha bersama atau koperasi yang didalamnya terkandung nilai-nilai gotong royong.

Perlu kita ketahui bahwa penguatan ekonomi nelayan, melalui koperasi, adalah mandat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Keberadaan Koperasi sangat penting guna memperkuat sektor ekonomi nelayan, maka dari itu koperasi harus ada di setiap kampung-kampung nelayan.

Sebagian besar profesi nelayan adalah profesi utama dan tunggal. Penghasilan nelayan bukanlah penghasilan yang menentu. Ketika cuaca tidak mendukung untuk melaut, nelayan hanya berdiam diri, sedangkan kebutuhan tetap ada. Keberadaan koperasi sangat membantu nelayan terutama menunjang ketersediaan kebutuhan nelayan sehari-hari.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di beberapa tingkat kepengurusan daerah sendiri sudah memiliki koperasi. Seperti di Surabaya, Bintan, Medan, Tanjungbalai dan Pulau Pari. Diantaranya sudah ada yang mengembangkan diri ke arah usaha pengolahan hasil perikanan, pariwisata dan tabungan pendidikan. Anggota koperasipun semakin bertambah.

Jika melihat program kerja pemerintah saat ini, banyak sekali yang diberikan untuk koperasi nelayan seperti; bantuan kapal, alat tangkap, serta bantuan modal. Selain itu, ada beberapa pemerintah daerah juga yang memberikan perhatian lebih kepada koperasi nelayan. Karenanya, semangat koperasi ini yang juga digelorakan oleh Bung Hatta menjadi semangat bersama untuk maju bersama.

Pemerintah daerah terutama yang memiliki kekayaan sumber daya nelayan, diharapkan dapat membentuk koperasi-koperasi agar nelayan dapat berdaya. Tentunya sebelum pendirian koperasi perlu dipupuk semangat gotong royong, agar koperasi menjadi milik bersama. (*)

 

*) Penulis adalah Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Kota Semarang 
Artikel merupakan kiriman dan dipertanggungjawabkan penulis

Comments are closed.