Berita Hoax Penganiayaan Tokoh NU Kendal, Polisi Selidiki Keterlibatan MCA

METROSEMARANG.COM – Tim gabungan Polda Jateng mengamankan pria berinisial T yang sengaja memanfaatkan kasus penganiayaan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kendal untuk menyebarkan berita palsu (hoax). Polisi juga masih mendalami dugaan keterlibatan tersangka dalam jaringan Muslim Cyber Army (MCA).

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. Foto: metrosemarang.com/efendi

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan kasus penyerangan itu dimanfaatkan untuk menyebarkan isu kebangkitan partai terlarang agar menimbulkan keresahan di masyarakat. T ditangkap saat berada di Bekasi.

“Ia (tersangka) menyebarkan postingan dan membuat keresahan dengan memanfaatkan kasus penyerangan di Kendal pekan lalu dengan mengunggah foto korban ke Facebook. Tulisannya, ‘Masa begini dibilang hoax,’ maksudnya masak begini partai terlarang dibilang hoax,” kata Condro usai mengikuti rangkaian acara serah terima jabatan di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Rabu (21/3).

Mendapati hal tersebut tim Polda Jateng kemudian berhasil menangkap T setelah melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan sementara didapati keterangan dari tersangka bahwa tujuannya memang ingin menimbulkan keresahan.

“Motifnya memang menimbulkan keresahan. Kita juga sudah minta keterangan saksi ahli apakah sudah masuk ke dalam ujaran kebencian dan ternyata memang melanggar UU ITE Pasal 45,” imbuh Condro.

Condro juga mengatakan, Ditreskrimsus Polda Jateng masih terus melakukan pendalaman. Termasuk menelusuri apakah tersangka ada keterkaitan dengan MCA, grup penyebar hoax yang ditangkap oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu.

“Kita masih menelusuri, apakah ada kaitannya dengan MCA. Ini sebenarnya yang menyebarkan hoax ada enam akun. Namun ada yang kami tangkap satu, terus lima akun lainnya langsung dihapus, ditutup. Kami juga sudah mapping di berbagai wilayah,” jelas Condro.

Lebih lanjut, Condro menambahkan,  MabesPolda Jateng dan Mabes Polri telah bersiaga di berbagai daerah untuk mengantisipasi penyebaran hoax. Selain itu, pengikut MCA ada lebih dari 100 ribu akun, sehingga diperkirakan anggotanya menyebar di sejumlah daerah.

Sebelumnya diberitakan, penganiayaan yang menimpa Rois Syuriah NU Ranting Desa Truko Kendal, Ahmad Zaenuri dan menantunya, Agus Nurus Sakhban terjadi pada Sabtu (17/3). Kedua korban mengalami luka bacok dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan pelaku, Suyatno alias Bogel sempat dimassa, sebelum akhirnya diserahkan ke polisi. Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa kasus tersebut murni kriminal karena pelaku semula ingin merampas tas milik istri Agus. (fen)

 

You might also like

Comments are closed.